Paus Leo: Yesus Tidak Mendengarkan Doa Orang yang Berperang

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Paus Leo XIV menegaskan Yesus menolak doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki 'tangan penuh darah'.

Pernyataan tegas itu ia sampaikan di hadapan puluhan ribu orang di Palm Sunday, perayaan yang membuka pekan paling suci menjelang Paskah. Pemimpin tertinggi umat Katolik menyebut Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang apa pun.

"Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di , di St. Peter's Square, Vatikan, Minggu (29/3) dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Yesus) tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang, tetapi menolaknya, dengan mengatakan, 'sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan, tanganmu penuh darah," ujar Paus Leo, mengutip ayat Alkitab.

Ia juga mengutip Alkitab soal kisah jelang penyaliban Yesus. Kata Paus Leo, sebelum ditangkap, Yesus menegur salah satu pengikutnya karena menyerang orang yang hendak menangkapnya dengan pedang.

"(Yesus) tidak mempersenjatai diri, tidak membela diri, dan tidak berperang. Ia menyingkapkan wajah tuhan yang penuh kelembutan, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri, Ia membiarkan diri-Nya disalibkan," pungkasnya.

Ia tidak secara khusus menyebut nama pemimpin dunia mana pun, tetapi dalam beberapa pekan terakhir Paus Leo gencar mengkritik perang Iran melawan agresi AS dan Israel.

Paus Leo yang dikenal berhati-hati dalam memilih kata, berulang kali menyerukan gencatan senjata dalam perang tersebut. Senin lalu, ia sempat menyatakan serangan udara militer bersifat tidak pandang bulu dan harus dilarang.

Berdasarkan catatan Reuters, sejumlah pejabat AS menggunakan bahasa Kristen untuk membenarkan invasi gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu meluasnya perang.

Rabu kemarin, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memimpin doa Kristen di Pentagon. Dalam doanya, Hegseth memohon agar 'tindakan kekerasan yang luar biasa' dijatuhkan terhadap mereka yang dianggap tidak layak mendapat belas kasihan.

(pta/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |