Misi Artemis II, Ini Sosok 4 Astronaut yang Akan Keliling Bulan

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Empat astronaut akan meluncur ke Bulan dalam waktu kurang dari dua minggu. Para astronaut NASA ini akan terbang dalam misi berawak pertama sejak lebih dari 50 tahun setelah misi Apollo.

Keempat astronaut itu adalah Reid Wiseman, Christina Koch, dan Victor Glover, dan Jeremy Hansen, rencananya akan meluncur pada 1 April 2026. Mereka akan menjalani misi Artemis II selama 10 hari mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka akan terbang lebih jauh dari Bumi daripada yang pernah dicapai manusia sebelumnya, melampaui rekor 400.171 kilometer yang dicetak oleh Apollo 13 pada tahun 1970.

Meskipun para astronaut tidak akan mendarat di permukaan satelit alami Bumi itu, penerbangan ini bertujuan untuk memulai era baru eksplorasi dan membuka jalan bagi pendaratan di Nulan dalam beberapa tahun mendatang. Ini akan menjadi kali pertama roket Space Launch System generasi baru NASA dan kapsul Orion mengangkut penumpang manusia.

"Tidak ada lagi yang tersisa di daftar tugasku. Aku sudah siap berangkat," kata Wiseman dalam sebuah postingan di X, melansir NBC.

Dia dan rekan-rekan kru lainnya telah menjalani karantina di Houston sejak seminggu yang lalu, sebuah bagian standar dari kegiatan prapeluncuran yang dirancang untuk membatasi paparan astronot terhadap kuman.

Wiseman akan memimpin misi Artemis II, dengan Glover bertindak sebagai pilot dan Koch serta Hansen sebagai spesialis misi. NASA mengumumkan pemilihan mereka pada tahun 2023.

"Di antara awak misi tersebut terdapat perempuan pertama, orang berkulit berwarna pertama, dan warga Kanada pertama yang ikut serta dalam misi ke Bulan," kata Vanessa Wyche, direktur Pusat Antariksa Johnson NASA, saat itu.

"Dan keempat astronaut tersebut akan mewakili yang terbaik dari umat manusia saat mereka menjelajah demi kepentingan semua orang," lanjutnya.

Tiga dari empat astronaut NASA yang ikut dalam misi ini adalah para veteran penerbangan luar angkasa. Wiseman sebelumnya bertugas di Angkatan Laut dan menjadi astronot pada tahun 2009. Ia menghabiskan enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2014.

Sejak kematian istrinya pada tahun 2020, Wiseman membesarkan kedua anak mereka sendirian. Ia mengatakan bahwa menjadi astronaut menimbulkan banyak tekanan dan kecemasan bagi anggota keluarga, dan antusiasmenya terhadap misi ini sering kali diredam oleh perasaan egois terkait beban yang ditanggung oleh orang-orang tercinta.

"Tentu saja akan jauh lebih mudah jika saya hanya duduk di sofa dan menonton sepak bola sepanjang akhir pekan, tetapi di sisi lain, ada empat orang yang diberi kesempatan untuk menjelajah dan melakukan sesuatu yang sangat unik dan langka dalam peradaban ini," kata Wiseman.

Wiseman berharap misi ini akan membenarkan pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang-orang tercintanya.

"Kita selalu memandang Bulan dan berkata, 'Kita pernah ke sana.' Namun bagi seluruh generasi ini, bagi generasi kita, bagi generasi muda, bagi generasi Artemis, mereka akan memandang Bulan sekarang dan berkata, 'Kita ada di sana,'" ujarnya.

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |