Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah telah berkomunikasi dengan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff selama perang.
Araghchi mengatakan komunikasi terakhir dengan Witkoff terjadi sebelum perang 28 Februari lalu.
"Kontak terakhir saya dengan Witkoff adalah sebelum keputusan bosnya mengakhiri diplomasi dengan serangan militer ilegal lain terhadap Iran," kata Araghchi di X pada Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia lalu berujar, "Klaim apa pun yang bertentangan dengan hal ini tampaknya semata-mata ditujukan untuk menyesatkan pedagang minyak dan masyarakat."
Pejabat AS sementara itu menyebut klaim Araghchi bohong. Mereka mengatakan Menlu Iran lah yang pertama menghubungi Witkoff.
Sebelumnya beredar rumor Araghchi saling berkirim pesan ke Witkoff berisi negosiasi penghentian perang dalam beberapa hari terakhir. Lalu pada Senin, dua pejabat Iran mengatakan Witkoff mengirim pesan ke Araghchi tetapi diabaikan.
Presiden AS Donald Trump turut menggemakan narasi serupa bahwa Iran telah berkomunikasi dengan Gedung Putih.
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Mereka sedang berbicara dengan orang-orang kami," kata Trump ke awak media, dikutip Axios.
"Kami punya orang-orang yang ingin bernegosiasi, [tetapi] kami belum tahu siapa mereka," imbuh dia.
Trump tetap skeptis kesepakatan akan tercapai dengan Iran. Namun, dia sesumbar tak menolak negosiasi "karena terkadang hal-hal baik muncul darinya."
Terakhir negosiasi AS-Iran, Trump melontarkan berbagai ancaman dan berulang bahwa mereka bakal menyerang negara Timur Tengah ini jika kesepakatan soal nuklir tak tercapai.
Kesepakatan itu gagal, dan AS bersama sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari.
(isa/dna/dan)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
5
















































