Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah media asing menyoroti insiden tewasnya tiga personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia di Lebanon.
Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengonfirmasi dua personel UNIFIL yang tewas di Lebanon selatan adalah warga negara Indonesia. Sebuah ledakan menyebabkan kendaraan mereka hancur di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.
Sebelumnya, seorang prajurit TNI di UNIFIL juga tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Insiden itu terjadi pada Minggu (29/3) dan dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Mabes TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut media asing yang menyoroti tiga Tentara Negara Indonesia (TNI) tewas di Lebanon.
Media Singapura, The Straits Times, dalam laporan berjudul "Indonesia calls for restraint after three peacekeepers killed in Lebanon" melaporkan tiga tentara tewas di Lebanon dalam insiden terpisah.
"Kepala operasi penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan pada Senin (30/3) korban dari Indonesia terjadi dalam dua insiden terpisah dalam dua hari terakhir, seiring meningkatnya pertempuran antara pasukan Israel dan militan Hizbullah di Lebanon selatan," tulis The Straits Times.
The Straits Times menyebut pada Senin (30/3), dua penjaga perdamaian Indonesia tewas ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik dan menghancurkan kendaraan mereka di dekat wilayah administratif Bani Haiyyan.
"Insiden itu terjadi setelah ledakan sebelumnya di pangkalan PBB di sektor timur dekat Adchit Al Qusayr, yang menewaskan satu penjaga perdamaian Indonesia lainnya serta melukai seorang penjaga perdamaian lain secara kritis sebelum dievakuasi ke rumah sakit di Beirut," tulis The Straits Times.
Media Kanada, CBC, dalam laporan berjudul "3 Indonesian UN peacekeepers killed within 24 hours in south Lebanon" melaporkan bahwa Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan tiga tentara penjaga perdamaiannya tewas di Lebanon selatan.
"Pejabat PBB mengonfirmasi bahwa ketiga penjaga perdamaian yang tewas merupakan anggota tentara Indonesia," tulis CBC.
CBC menyebut bahwa PBB menyampaikan pada Senin (30/3), sebuah ledakan menghancurkan kendaraan di dekat wilayah administratif Bani Haiyyan.
"Ledakan menyebabkan dua penjaga perdamaian asal Indonesia meninggal dunia. Dua personel lainnya mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius," tulis CBC.
Media Qatar, Al Jazeera, dalam laporan berjudul "Two more UN peacekeepers killed in explosion in southern Lebanon: UNIFIL" melaporkan dua tentara penjaga perdamaian PBB tewas di Lebanon selatan, setelah sebelumnya satu tentara tewas di insiden terpisah.
Al Jazeera menyebut bahwa Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi tiga tentara yang tewas merupakan warga negara Indonesia.
"Dikatakan, tiga tentara penjaga perdamaian Indonesia lainnya dari UNIFIL juga terluka dalam serangan itu, serangan tembakan artileri tidak langsung," tulis Al Jazeera.
Al Jazeera menyebut Kemlu RI menegaskan bahwa Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan.
"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Media Prancis, France24, dalam laporan berjudul "Three UN peacekeepers killed in south Lebanon in 24 hours amid Israel-Hezbollah conflict" melaporkan pasukan penjaga perdamaian PBB telah menyaksikan tiga rekannya tewas dalam perang Israel dan Hizbullah.
"Pada Senin (30/3), dua pasukan perdamaian Indonesia tewas ketika sebuah ledakan menghancurkan kendaraan mereka, dan melukai setidaknya dua orang lainnya," tulis France24.
France24 menyebut bahwa sehari sebelumnya, sebuah proyektil meledak di dekat posisi UNIFIL dan menewaskan seorang prajurit Indonesia, sementara tiga lainnya terluka.
"Kepala PBB Antonio Guterres menyatakan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sama sekali tidak dapat diterima dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang," tulis France24.
(rnp/dna/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2
















































