Maman Ungkap UMKM Masih Lesu Meski Dikucur Kredit Rp1.600 T

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengakui sektor usaha mikro belum terdongkrak optimal meski penyaluran kredit ke sektor ini terus meningkat.

Maman menyebut total kredit perbankan nasional saat ini mencapai Rp8.000 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1.600 triliun telah mengalir ke sektor UMKM.

"Per hari ini yang sudah dialokasikan kurang lebih sekitar Rp1.600 triliun ke sektor UMKM," ujar Maman dalam Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia pada Senin (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, porsi kredit untuk UMKM ditargetkan mencapai 25 persen dari total kredit nasional. Namun, saat ini realisasinya baru menyentuh sekitar 19 persen.

"Artinya masih ada selisih sekitar 6 persen yang menjadi PR kami di Kementerian UMKM untuk mengejar target 25 persen itu," katanya.

Meski tren pembiayaan dinilai positif, Maman mempertanyakan belum optimalnya pertumbuhan usaha mikro.

"Sekarang muncul pertanyaan besar, kenapa akses pembiayaan sudah dibuka, angkanya naik, tapi sektor mikro kita masih belum optimal naiknya. Ini tanda tanya besar yang harus kita evaluasi bersama," ujarnya.

Menurutnya, selama ini pengawasan pemerintah lebih banyak terfokus pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya sekitar Rp300 triliun. Sementara dari total Rp1.600 triliun kredit UMKM, masih ada sekitar Rp1.300 triliun yang perlu dimonitoring dan ditata lebih lanjut.

Maman menegaskan 2026 akan menjadi momentum bagi kementeriannya untuk memperluas pengawasan dan evaluasi pembiayaan UMKM, tidak hanya terbatas pada skema KUR.

"Kita belum menyentuh tuh semua Rp1.600 triliun itu. Artinya kami masih punya PR ke depan selain yang KUR, 300 triliun plus minus, kami masih punya PR untuk melakukan monitoring evaluasi sekitar 1.300 triliun untuk kita tata. Sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh Pak Presiden dan Kemenko Perekonomian. Artinya 2026 ini dari sisi pembiayaan kita ke situ," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/pta)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |