Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Prancis dan sekutu sedang menyiapkan misi membuka paksa Selat Hormuz.
Ini disampaikan Macron di Ciprus, Senin (10/3), setelah sempat mendarat di kapal induk Charles de Gauller. Macron menyebut upaya pembukaan Selat Hormuz akan sangat diupayakan.
"Ini [Selat Hormuz] penting untuk perdagangan internasional, tetapi juga untuk aliran gas dan minyak yang harus meninggalkan wilayah [Teluk] kembali," kata Macron dilansir dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Macron juga bertemu Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Ciprus. Misi Prancis membuka kembali Selatan Hormuz didukung dua negara itu.
Macron mengklaim, Uni Eropa siap meningkatkan operasinya untuk melindungi lalu lintas maritim di Timur Tengah. Dalam hal ini Uni Eropa menjalankan misi penguatan angkatan laut.
Saat ini Selat Hormuz sedang dijaga ketat Iran. Selat ini tidak sepenuhnya terbuka, juga tidak sepenuhnya tertutup. Iran menjadi penentu siapa yang berhak lewat dan tidak di selat tersebut.
Kapal-kapal yang tidak mendapat izin melintas dari Iran akan dihancurkan. Hal ini membuat perusahaan kapal yang biasa membawa minyak dari negara-negara Teluk, enggan mengambil risiko.
Pemblokiran Selat Hormuz dilakukan Iran sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan dari infiltrasi Amerika Serikat dan Israel. Pasalnya kedua negara itu telah mengawali perang.
AS-Israel memulai perang pada 28 Februari dengan serangan ke sejumlah wilayah. Salah satu korbannya adalah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi negeri.
Serangan ini membuat Iran murka dan melakukan balasan. Pangkalan militer Amerika yang tersebut di Timur Tengah menjadi sasaran. Lalu lintas di Selat Hormuz pun dibatasi oleh Iran.
(abs/dan)

5 hours ago
6














































