Islamofobia Merajalela di Dunia, Sekjen PBB Serukan Tindakan Nyata

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan tindakan global untuk memerangi Islamofobia, pada Senin (16/3).

Pernyataan itu disampaikan Guterres saat menghadiri acara tingkat tinggi Majelis Umum PBB yang memperingati Hari Internasional Memerangi Islamofobia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konflik dan ketidakstabilan sedang melanda berbagai belahan dunia, memengaruhi banyak orang, termasuk sejumlah besar muslim," ujar Guterres, dikutip Anadolu Agency.

"Warga sipil menderita. Banyak nyawa hilang. Keluarga-keluarga terpecah belah," lanjutnya.

Ia juga menyatakan bahwa di luar zona konflik aktif, jutaan Muslim di seluruh dunia menanggung rasa sakit itu.

"Jutaan Muslim di seluruh dunia menanggung rasa sakit itu, khawatir tentang orang-orang terkasih menonton berita dengan cemas dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi besok bagi komunitas dan masa depan mereka," ujarnya.

"Kita menghadapi gelombang meningkat dari kebencian dan prasangka terhadap Muslim," tambah dia.

Guterres menekankan gelombang kebencian terhadap Muslim muncul tidak hanya di zona konflik, tetapi juga melalui peluang yang ditolak.

"Peluang yang secara diam-diam ditolak asumsi yang tidak ditentang pertanyaan yang dibebani kecurigaan, dan mencatat pengalaman sehari-hari ini jarang menjadi berita utama atau statistik."

Guterres memperingatkan retorika diskriminatif dari mereka yang berkuasa memperburuk masalah.

"Ketika narasi diskriminatif diulang oleh mereka yang memegang otoritas, prasangka menjadi sesuatu yang dinormalisasi. Ketika stereotip dibiarkan tanpa tantangan, stereotip itu mengeras menjadi kebijakan," ujarnya.

Ia juga menegaskan langkah-langkah keamanan harus melindungi masyarakat sambil menghormati hak asasi manusia, bukan menstigmatisasi seluruh komunitas.

"Keheningan di hadapan kebencian hanya memungkinkan kebencian itu menyebar," lanjutnya.

Majelis Umum PBB pada 2022 mengadopsi secara konsensus resolusi yang menetapkan 15 maret sebagai Hari Internasional Memerangi Islamofobia.

Peringatan hari melawan Islamofobia, juga berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama untuk menghadapi kejahatan yang dilakukan terhadap martabat manusia.

(bac/blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |