Jakarta, CNN Indonesia --
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pemberlakuan "aturan baru" di sepanjang garis pantai Teluk dan Selat Hormuz.
Langkah strategis ini diklaim merupakan arahan langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Dalam pernyataan yang dirilis media pemerintah Press TV pada Jumat (1/5) malam waktu setempat, AL-IRGC menyatakan akan menjalankan kendali penuh atas "hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran" di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak IRGC menegaskan bahwa aturan baru ini bertujuan untuk menjadikan perairan tersebut sebagai "sumber mata pencaharian dan kekuatan bagi kemuliaan rakyat Iran, serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan."
Melansir Anadolu, hingga saat ini, pihak Teheran belum merinci secara detail poin-poin teknis dari aturan baru untuk Selat Hormuz tersebut.
Namun, pengumuman ini muncul di tengah situasi Selat Hormuz yang sangat genting setelah Teheran membatasi jalur pelayaran strategis tersebut sebagai aksi balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan, yang sejauh ini masih menemui jalan buntu. Gencatan senjata diumumkan pada 8 April lalu melalui mediasi Pakistan.
Namun, perundingan di Islamabad, Pakistan, pada 11-12 April lalu gagal membuahkan kesepakatan konkret antara pihak-pihak yang bertikai.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan atas permintaan Pakistan.
Meskipun status gencatan senjata masih berlaku, Amerika Serikat sejak 13 April 2026 telah memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di perairan tersebut.
Langkah Negeri Paman Sam ini bertujuan untuk melumpuhkan pergerakan logistik Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan pengumuman aturan kendali pantai terbaru ini.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
8

















































