Iran Kecam Serangan Israel-AS: Sekarang Saatnya Membela Tanah Air

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah, termasuk Teheran, Sabtu (28/2).

"Agresi militer baru Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran dilakukan, sementara Iran dan Amerika Serikat berada di tengah proses diplomatik," kata Kemlu Iran merujuk pada pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran, dikutip dari CNN.

"Sekarang rakyat Iran bangga karena telah melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah perang. Sekarang saatnya untuk membela tanah air dan menghadapi agresi militer musuh," demikian pernyataan Kemlu Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemlu Iran mengatakan pihaknya siap membela diri menghadapi serangan Israel dan AS.

"Sebagaimana kami siap untuk bernegosiasi, kami lebih siap dari sebelumnya untuk membela diri. Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas," ujar Kemlu Iran.

Kemlu Iran menyerukan kepada PBB dan komunitas internasional untuk "mengutuk tegas tindakan agresi ini dan mengambil tindakan mendesak dan kolektif untuk menghadapinya, yang tidak diragukan lagi telah mengekspos perdamaian dan keamanan kawasan dan dunia pada ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya."

"Sejarah membuktikan bahwa rakyat Iran tidak pernah menyerah pada agresi dan hegemoni asing; kali ini pun, respons bangsa Iran akan tegas dan menentukan serta akan membuat para agresor menyesali tindakan kriminal mereka," demikian pernyataan tersebut.

Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi. Serangan itu disebut menargetkan fasilitas kepresidenan, kantor-kantor kementerian, fasilitas militer, hingga pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran juga telah meluncurkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah. Hingga kini ledakan terjadi di sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, hingga Arab Saudi.

(fra/cnn/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |