Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Irak meminta babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 ditunda imbas memanasnya konflik di Timur Tengah.
Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menyebar ke sejumlah negara Timur Tengah, termasuk di Irak dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dikutip dari Guardian, karena krisis di Timur Tengah, sebagian dari skuad Irak berada di Baghdad dan tidak bisa melakukan perjalanan karena wilayah udara negara tersebut ditutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pelatih Irak, Graham Arnold, tertahan di Dubai, UEA, dengan masalah yang serupa. Setelah berkorespondensi dengan FIFA selama beberapa hari terakhir, timnas Irak disarankan menempuh jalur darat dari Baghdad ke Istanbul lalu melakukan perjalanan udara.
Akan tetapi, Arnold tidak mengizinkan pemainnya melakoni perjalanan darat di tengah konflik peperangan yang masih berlangsung.
Tidak hanya itu, staf pelatih dan pemain Irak juga belum mendapatkan visa untuk ke Meksiko maupun Amerika Serikat, tempat mereka menjalani pemusatan latihan di Houston.
Dikutip dari ESPN berdasarkan laporan AAP, Graham Arnold memohon kepada FIFA guna menangguhkan babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena perang yang melibatkan Timur Tengah.
"Tolong bantu kami dengan pertandingan ini karena saat ini kami kesulitan untuk mengeluarkan pemain kami dari negara Irak," ujar Arnold.
"Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan, itu memberi kami waktu untuk mempersiapkan diri dengan baik," ucap Arnold menambahkan.
Dalam playoff ini, Irak menunggu pemenang Bolivia vs Suriname yang berlangsung pada Kamis (26/3). Setelah itu, duel Irak lawan pemenang Bolivia vs Suriname digelar Selasa (31/3).
Hanya saja, karena krisis di Timur Tengah, Graham Arnold ingin pertandingan Irak yang merupakan laga final playoff berlangsung mendekati Piala Dunia 2026.
"Biarkan Bolivia bermain melawan Suriname bulan ini, lalu seminggu sebelum Piala Dunia, kita akan bermain melawan pemenangnya di AS, pemenang pertandingan itu akan tetap bertahan dan yang kalah akan pulang."
"Menurut pendapat saya, ini juga memberi FIFA lebih banyak waktu untuk memutuskan apa yang akan dilakukan Iran," tutur Arnold.
Saat ini Irak juga masih memantau situasi timnas Iran. Kabar yang berkembang, Iran ragus bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026 setelah diserang Israel-AS.
"Jika Iran menarik diri, kami akan masuk ke Piala Dunia, dan itu memberi UEA, yang kami kalahkan di kualifikasi, berkesempatan mempersiapkan diri menghadapi Bolivia atau Suriname."
"Presiden federasi kami, Adnan Dirjal, bekerja tanpa henti untuk merencanakan dan mempersiapkan agar mimpi semua orang di Irak menjadi kenyataan, jadi kita perlu keputusan ini dibuat dengan cepat," ucap Arnold.
(sry/abs)

1 hour ago
4
















































