Influencer Ejek Wisata Pantai Batukaras, Warlok Beri Jawaban Menohok

6 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 01 Apr 2026 11:30 WIB

Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh pernyataan seorang influencer yang melontarkan ejekan terhadap kawasan wisata Pantai Batukaras, Pangandaran. Pantai Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat. (Aldi Nur Fadillah/detikJabar)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh pernyataan seorang influencer yang melontarkan ejekan terhadap kawasan wisata Pantai Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat.

Bukan sekadar mengeluhkan sampah, sang influencer kedapatan merendahkan masyarakat lokal dengan sebutan "bodoh" dan "tertinggal".

Meski pelaku telah meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan, luka di hati warga lokal tampaknya belum sepenuhnya pulih. Laura Hermawati, salah satu warga asli Pangandaran, angkat bicara untuk meluruskan persepsi mengenai destinasi yang dikenal sebagai surga para peselancar tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laura menegaskan bahwa Batukaras memiliki identitas kuat sebagai desa nelayan yang sederhana. Menurutnya, ketidaksukaan sang influencer bermuara pada ekspektasi yang salah alamat.

"Batukaras is not for everyone. Kalau ekspektasinya adalah destinasi mewah dan serba urban, mungkin tidak akan cocok. Tapi bagi yang mencari ketenangan dan ingin slowing down, aku yakin kamu akan jatuh cinta pada Batukaras," ujar Laura, seperti dilansir Detik, Selasa (31/3).

Ia menambahkan, pembangunan di Batukaras, seperti vila dan kafe, memang sengaja menggunakan material alami seperti atap daun (dahon).

Hal tersebuut dilakukan agar tetap selaras dengan alam di Batukaras, bukan karena daerah tersebut tidak mampu berkembang secara modern.

Menanggapi keluhan soal kebersihan, Laura menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya beban warga lokal. Ia menyebut masyarakat setempat sangat proaktif menjaga lingkungan melalui aksi beach clean up rutin.

"Warga sudah menjaga banget kebersihan pantai, tapi setiap tamu datang selalu banyak sampah berserakan. Tolong kalian perbaiki sendiri sikap kalian yang seperti itu," tegas pemilik akun @laurahermawati tersebut.

Laura berharap para pelancong, terutama mereka yang memiliki pengaruh di media sosial, untuk lebih bijak sebelum melempar narasi ke publik. Mengenali karakteristik destinasi sebelum berkunjung dinilai penting agar ekspektasi selaras dengan realita di lapangan.

"Kalau ada yang tidak memuaskan, sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik langsung kepada pihak bersangkutan. Perlu disadari bahwa setiap pernyataan di ruang publik membawa dampak bagi masyarakat di dalamnya," pungkasnya.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |