Jakarta, CNN Indonesia --
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 disebut berhadiah utama US$1 juta atau setara Rp17,3 miliar dan Indonesia menjadi tuan rumah.
Hadiah ini lebih besar tiga kali lipat dari Piala AFF 2026 sebesar US$300 ribu atau setara Rp5,2 miliar. Hal tersebut disampaikan FIFA dalam Kongres Tahunan di Kanada, 30 April lalu.
Dalam kongres tersebut diungkap pula bahwa FIFA memastikan ajang ini akan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober. Hanya saja detail konsepnya belum dipatenkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FIFA disebut baru memaparkan beberapa proyeksi untuk dibahas lebih matang. Slide pemaparan tersebut telah didapat media Singapura, The Strait Times dari sumber terpercaya.
Nantinya ada 14 tim yang berpartisipasi dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Rinciannya, 11 tim berasal dari Asia Tenggara dan tiga tim lainnya undangan dari Asia Timur dan Selatan.
Tiga undangan yang dimaksud adalah China, India, dan Hong Kong. Nantinya, divisi satu berisi delapan tim dan divisi dua enam tim. Pembagian divisi ini ditentukan berdasarkan peringkat FIFA teraktual.
Artinya, divisi satu akan diisi Thailand (peringkat ke-93 FIFA), China (94), Vietnam (99), Indonesia (122), Filipina (135), India (136), Malaysia (138), dan Singapura (147).
Adapun divisi dua diisi Hong Kong (155), Myanmar (158), Kamboja (177), Laos (185), Brunei Darussalam (193), dan Timor Leste (200). Divisi satu digelar di Indonesia dan divisi dua di Hong Kong.
Dari masing-masing divisi ini dibagi ke dalam dua grup. Nantinya juara grup akan berhadapan untuk gelar juara dan peringkat kedua untuk perebutan peringkat ketiga masing-masing divisi.
"Tidak akan ada semifinal setelah pertandingan sistem round robin. Sebagai gantinya, juara grup akan saling berhadapan untuk menentukan juara masing-masing divisi."
"Sementara tim peringkat kedua grup akan memperebutkan posisi ketiga dan keempat, yang berarti setiap tim akan memainkan dua hingga empat pertandingan," tulis The Strait Times.
Mengenai hal ini, PSSI belum bisa memberikan konfirmasi. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi belum memberikan jawaban soal bocoran yang dipublikasikan media Singapura itu.
(abs/rhr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
7

















































