Jakarta, CNN Indonesia --
hujan yang cukup intens mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek sejak dini hari atau subuh, Selasa (3/3).
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 07.56 WIB, di beberapa titik masih diguyur hujan deras, termasuk di Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan tinggi muka air beberapa pintu air sungai mengalami peningkatan ketinggian, bahkan berstatus siaga hingga awas.
Merujuk pantauan di laman water level pada situs BPBD DKI Jakarta, per pukul 07.00 WIB, pintu air Pasar Ikan-Laut sudah berstatus siaga III atau waspada dengan tinggi muka air 206 cm. Tinggi muka air di pintu itu terpantau terus naik sejak pukul 04.00 WIB.
Mengutip dari laman poskobanjir yang dikelola Dinas SDA DKI, pintu air Marina Ancol juga sudah berstatus siaga dengan tinggi muka air 210 cm per pukul 08.00 WIB.
Untuk pintu air lain saat ini masih berstatus normal atau siaga 4. Walaupun demikian kewaspadaan menghadapi banjir atau genangan tak bisa dilonggarkan. Pasalnya di hulu Ciliwung yang membelah Jakarta, yakni di Bendung Katulampa, Bogor, tinggi muka air terpantau mengalami peningkatan per pukul 06-00 hingga 07.00. Status di Bendung Katulampa saat ini terpantau masih normal.
Kemudian mengutip dari laman Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, pos pantau air Cirarab-Sarakan berstatus awas dengan tinggi muka air 221 cm. Lalu di titik panau Ledug-Alamanda dan Cirarab-Telesonik berstatus siaga, dengan ketinggian air 205 cm dan 184 cm per pukul 08.00. Sementara itu pos pantau air yang lain terpantau masih normal.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada Selasa ini.
Berdasarkan Citra Radar Cuaca Wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya hari ini yang dikutip dari akun X BPBD DKI yang merujuk pada BMKG, per pukul 06.05 WIB awan hujan terpantau menumpuk di wilayah Tangerang-Tangerang Selatan; sebagian Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur; Depok; Bekasi.
Dalam Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek periode 1-5 Maret, BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.
Dalam prediksi ini, BMKG tidak menemukan wilayah berpotensi hujan sangat lebat atau ekstrem.
Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di Kota dan Kabupaten Tangeranga, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota dan Kabupaten bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.
Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
Sementara itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus mempengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan berada fase 3 (Indian Ocean) dan fase 4 (Maritime Continent), yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin serta Gelombang dengan frekuensi rendah (Low Frequency) diprakirakan aktif di wilayah Samudera Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Kalimantan, Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, Sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Hindia Barat Daya Banten, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Papua.
"Kondisi tersebut dapat mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026.
(kid/ugo)

3 hours ago
2















































