CNN Indonesia
Rabu, 18 Mar 2026 18:45 WIB
Ilustrasi ARMY Bomb. Lightstick BTS bekas dijual hingga enam kali lipat dari harga aslinya menjelang konser comeback grup itu akhir pekan ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lightstick BTS bekas dijual hingga enam kali lipat harga aslinya menjelang konser comeback mereka akhir pekan ini. BTS akan comeback untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir pada Sabtu (21/3).
RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook akan mengambil alih pusat kota Seoul untuk konser ekstravaganza K-pop yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AFP pada Rabu (18/3) memberitakan harga asli lightstick versi resmi terbaru sekitar 50.000 won atau setara Rp569.946 (1 won=Rp11,40), tetapi sudah habis terjual.
Namun, lightstick yang menjadi salah satu meramaikan konser itu dijual hingga enam kali lipat di platform penjualan barang bekas.
Bunjang, platform barang bekas di Korea Selatan, terdapat lightstick BTS atau ARMY Bomb mulai dari 100 ribu won atau sekitar Rp1,13 juta. Ada pula yang menjual hingga 330 ribu won atau Rp3,76 juta.
BTS sebelumnya mengumumkan akan konser comeback di kawasan situs warisan budaya Lapangan Gwanghwamun pada 21 Maret.
Acara bertajuk BTS 2026 Comeback Show @Seoul itu diberitakan bakal diramaikan 18 ribu penonton dan jadi penampilan perdana grup itu dengan formasi lengkap setelah menjalani masa jeda sejak 2022 karena wajib militer.
HYBE mengatakan bahwa penggunaan ruang publik ini merupakan bentuk penegasan identitas BTS sebagai grup asal Korea di tengah kesuksesan global.
Konsep lokasi itu juga berkaitan langsung dengan album penuh kelima bertajuk Arirang yang segera dirilis. Judul tersebut diambil dari lagu rakyat legendaris yang menjadi simbol perjuangan dan jati diri bangsa Korea.
Namun, 260 ribu orang diperkirakan berkumpul di pusat Seoul untuk konser tersebut. Pihak berwenang pun menerapkan sejumlah langkah pengendalian massa terketat yang pernah diterapkan kota ini untuk acara luar ruangan.
Tercatat ada sekitar 6.500 petugas dari unit anti huru hara, lalu lintas, kriminal, dan pasukan khusus, bersama dengan 5.400 peralatan, termasuk kendaraan pengawasan ketinggian tinggi, untuk mengatur arus orang di sekitar Gwanghwamun.
Selain itu, area tersebut akan dibagi menjadi zona-zona yang dijaga ketat dan semua penonton akan diarahkan melalui 31 gerbang yang telah ditentukan sebelum dapat memasuki area menonton.
Transportasi umum di sekitar lokasi acara juga akan direkayasa pada hari pertunjukan. Ada penambahan gerbong dan jalur kereta diterapkan selama jam-jam puncak konser.
Kemudian ada beberapa rute bus serta tempat parkir sepeda umum di area tersebut akan ditangguhkan atau dialihkan. Hal itu guna menjaga jalan tetap bebas hambatan bagi kendaraan darurat dan mengurangi tekanan pada titik akses utama.
(afp/chri)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
5

















































