Evi Yandri Tampung Aspirasi MasyarakatKoto Lalang Lubuk Kilangan, Persoalan Irigasi, UMKM hingga Pembangunan Jalan Mengemuka

4 hours ago 1

PADANG, METRO–Pertama kali dikunju­ngi wakil rakyat dari provinsi, masyarakat kelurahan Ko­to Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, antusias menyampaikan sejumlah aspirasi pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, Senin (2/2).

Pertemuan dengan ma­­syarakat digelar di Kantor Lurah Koto Lalang.  Aspirasi yang disampaikan masyarakat beragam, mulai dari terkait pemba­ngu­nan fisik, peternakan, pertanian, pemberdayaan SD­M, UMKM, pengelolaan sampah dan lainnya.

Ketua Forum Nagari Koto Lalang, Maulana me­ngatakan kunjungan Evi Yandri menjadi kunjungan pertama kali wakil rakyat dari provinsi.

“Ini pertama kalinya kami dikunjungi DPRD pro­vinsi, biasanya hanya DP­RD Padang. Kami berharap kunjungan ini bisa membawa manfaat bagi warga Koto Lalang,” katanya.

Maulana mengatakan pada umumnya ma­sya­rakat Koto Lalang petani, sebagian lainnya UMKM dan pedagang kecil. Untuk pertanian ada permasalahan saluran irigasi yang rusak. Ada pula yang terban karena banjir.

“Sumber air ada dari  Lubuk Tangah, tapi pendistribusiannya tidak optimal karena belum dibeton atau belum dipasang batu  pondasi. Alhasil panen tidak optimal. Untuk mengatasinya masyarakat sering gotong royong membersihkan endapan,” ungkap Maulana.

Selain itu, kata Maulana, untuk mencari tambahan penghasilan, para pe­tani menyambi beternak. Oleh karena itu, mereka berharap ada pelatihan untuk membuat pakan ternak.

Untuk UMKM, mereka sulit berkembang karena keterbatasan keahlian dan modal. Usaha di antara­nya seperti pembuatan furnitur dari rotan dan keripik.

Selain itu Karang Taruna meminta diberi bantuan ternak bebek. Selama ini mereka sudah beternak bebek dengan merangkul para pemuda. Upaya ini dilakukan dengan harapan para pemuda punya kesibukan dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Ada pula anggota LPS  yang meminta becak motor (bentor) untuk mengangkut sampah. Mereka hanya memiliki satu unit bentor, sementara anggota LPS ada lima.  Kemudian ada yang meminta pem­bangunan jalan baru.

Lalu anggota posyandu yang mengeluhkan upah yang dipotong. Kemudian pembangunan WC masjid, bantuan pengadaan Al-Quran. Terpenting pula perbaikan kantor lurah.

Wakil Ketua DPRD Sum­bar, Evi Yandri menegaskan dirinya tidak ingin memberikan harapan palsu pada masyarakat. Oleh karena itu ia menjelaskan ada regulasi yang harus dipenuhi dan ada pula pem­bagian kewenangan pemerintah pusat, kota dan provinsi.

Evi mengatakan kunjungannya ke Koto Lalang tersebut merupakan kegiatan masa reses. Di mana wakil rakyat datang ke te­ngah masyarakat menjemput aspirasi. Lalu aspirasi tersebut diperjuangkan untuk bisa terwujud.

“Setelah saya dengar semua aspirasi yang di­sampaikan memang kebanyakan merupakan ke­we­nangan pemerintah ko­ta, bukan kewenangan pemerintah provinsi. Tapi itu tidak masalah, itu tergantung niat wakil rakyatnya karena bisa diperjuangkan dengan koordinasi lintas kader partai yang berada di  Kabupaten/kota atau pemerintah pusat,” ujar­nya.

Evi Yandri mengakui ada beberapa aspirasi yang bisa dipenuhi dengan mengikuti regulasi seperti bantuan untuk modal UM­KM yang hanya bisa untuk kelompok dan berupa pe­ralatan, bukan modal uang. Begitu pula untuk pertanian atau peternakan, juga hanya bisa melalui kelompok tani.

“Jadi tetap bisa kita penuhi, tapi bantu penuhi syarat regulasinya, silakan hubungi staf saya untuk tindak lanjut,” ujar Evi lagi sambil memperkenalkan sejumlah stafnya untuk masing-masing urusan, misalnya terkait pertanian, peternakan, UMKM dan lainnya.

Begitu pula untuk bentor, Evi Yandri mengatakan bisa diberikan. Namun Evi juga mengajak masyarakat untuk memikirkan bahwa pengangkutan sampah bukan solusi akhir. Ia meminta masyarakat aktifkan bank sampah dan daur u­lang.

“Untuk permintaan pem­bangunan jalan baru yang disebutkan sudah ada kesepatakan warga mau merelakan tanah/bangu­nan perlu dilengkapi dengan dokumen. Jika memang sudah selesai urusan pembebasan lahannya pemerintah provinsi akan melakukan betonisasi ja­lan,” paparnya lagi.

Untuk pembangunan kantor lurah, kata Evi Yandri, bisa dilakukan dengan bantuan khusus kabupaten kota (BKK) dengan berkoordinasi dengan pemerintah kota. Sementara pemba­ngunan WC masjid bisa de­ngan dana hibah dari dana provinsi.

Terkait aspirasi lain, Evi Yandri memberikan langsung bantuan tunai dari kantong pribadinya. Dian­taranya Rp 1 juta untuk ka­der posyandu yang me­ngeluhkan upah, Rp2 juta untuk pembelian Alquran dan Rp 1 juta untuk TPA/TPQ. Dana yang diberikan langsung saat itu juga oleh staf Evi Yandri  disambut riang gembira oleh ma­syarakat.

“Kami tak menyangka langsung dikasih dana­nya,” ujar salah satu kader posyandu gembira.

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan tersebut Evi Yandri didampingi perwakilan dari sejumlah OPD provinsi, di antaranya Dinas PSDA, Dinas BMKCTR, Dinas Perkimtan, Dinas perikanan dan kelautan, Dinas perkebunan tanaman pangan hokoltura. Hadir pula Camat Lubuk kilangan dan Lurah Koto Lalang. Sementara ma­syarakat yang hadir ber­kisar 100 orang.

“Aspirasi yang membutuhkan regulasi dam kelengkapan persyaratan harap ditunggu dan lengkapi syaratnya ke staf yang sudah saya kenalkan tadi. Untuk yang diluar kewe­nangan provinsi akan kami koordinasikan dengan pemerintah kota.  Insya Allah tidak ada harapan palsu tapi sesuai kewenangan pemerintah provinsi,” pungkas Evi Yandri. (rgr)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |