Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan murka usai rudal Iran masuk ke wilayah pertahanan udara negara Eropa tersebut, Senin (9/2).
Erdogan menyampaikan kemarahan itu ketika berbincang dengan Presiden Iran Masoud Pezehskian melalui sambungan telepon di hari yang sama rudal itu melewati wilayah udara Turki.
"Pelanggaran terhadap wilayah udara Turki tak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Turki akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan," kata Erdogan dikutip dari Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panggilan telepon ini dilakukan atas permintaan Pezeshkian. Perbincangan kedua kepala negara itu juga berlangsung usai Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi NATO mencegat rudal Iran.
"Rudal balistik diluncurkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki yang dinetralisir aset pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania," kata Kementerian Pertahanan Turki, dikutip AFP.
Serangan rudal Iran yang melewati wilayah udara Turki kali ini bukanlah hal pertama. Pada 4 Maret, pasukan NATO juga mencegat rudal yang menuju wilayah udara negara tersebut.
Kepala komunikasi kepresidenan Iran, Burhanettin Dureen, mengatakan pemerintah Iran tak akan ragu melindungi wilayah udara dan keamanan mereka dengan tindakan militer.
"Kami sekali lagi menegaskan kembali peringatan kami kepada semua pihak, khususnya Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang bisa membahayakan keamanan regional dan membahayakan warga sipil," kata Dureen.
Rudal Iran melewati wilayah udara Turki untuk meluncurkan serangan balasan ke aset AS di Timur Tengah, termasuk di Turki. Ini dianggap Iran sebagai tindakan balasan atas serangan AS-Israel.
(isa/abs)

3 hours ago
2















































