Jakarta, CNN Indonesia --
Ekspor mobil Toyota dari Indonesia ke kawasan Timur Tengah terganggu akibat memanasnya situasi di wilayah tersebut, terutama akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Meski demikian, perusahaan memastikan komitmen pengiriman kepada para importir di kawasan itu tidak berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengatakan hingga saat ini produksi kendaraan untuk pasar ekspor tetap berjalan sesuai pesanan. Namun proses pengapalan sementara tertahan karena jalur pengiriman terganggu.
Saat ini kontribusi Timur Tengah terhadap ekspor Toyota sekitar 17 hingga 20 persen, sedangkan pengapalan terbesar mobil dalam bentuk utuh menyasar destinasi Asia Tenggara dan Amerika Latin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini komitmen kami dengan importir tidak berubah. Hanya masalah logistik terganggu, sehingga kami tetap produksi normal sesuai order," kata Nandi di Jakarta, Jumat (6/3).
"Tapi shipping atau pengapalan melihat situasi," katanya lagi.
Ia bilang kendaraan yang sudah diproduksi sementara disimpan di area penampungan atau stockyard menunggu situasi pengiriman kembali memungkinkan. Nandi juga memastikan tak ada perubahan atas komitmen ekspor dengan negara tujuan di Timur Tengah.
"Komitmen belum ada perubahan," ujarnya.
Sejauh ini Nandi belum dapat memastikan sampai kapan penundaan pengiriman ke kawasan itu berlangsung. Hingga kini kapal pengangkut mobil belum beroperasi menuju wilayah Timur Tengah.
Nandi menambahkan pihaknya tengah mempelajari kemungkinan penggunaan rute pengiriman alternatif, sementara pengiriman suku cadang tetap dilakukan dengan memanfaatkan jalur udara.
"Belum tahu, karena kapal sekarang tidak ada yang jalan ke sana," ucap Nandi.
(ryh/dmi)

4 hours ago
4
















































