CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Para ulama menganjurkan memperbanyak dzikir secara umum sebagai bentuk mengingat Allah Swt saat gerhana bulan. Ini bacaan dzikirnya. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketika terjadi fenomena gerhana, umpat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan dzikir. Amalan ini dilakukan sebagai wujud mengingat kebesaran Allah Swt.
Berikut amalan dzikir yang dibaca saat gerhana bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir penjelasan di laman NU Online, para ulama menjelaskan bahwa gerhana bulan termasuk tanda kekuasaan Allah Swt. yang seharusnya mendorong umat Islam untuk meningkatkan ibadah.
Oleh sebab itu, Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk shalat dan berdoa hingga gerhana berakhir. Berikut dalilnya:
إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ
Artinya: "Sungguh Matahari dan Bulan adalah tanda kekuasaan Allah swt, tidak terjadi gerhana keduanya (Matahari dan Bulan) karena kematian seseorang atau pun kehidupannya. Apabila kalian melihat gerhana, maka salat dan berdoalah hingga gerhana tersebut selesai,"(HR. Muslim).
Amalan yang dianjurkan bukan hanya salat gerhana, melainkan juga berdoa dan berzikir. Hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam hadis berikut:
الشَّرْحُ) حَدِيثُ عَائِشَةَ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَاتَّفَقَتْ نُصُوصُ الشَّافِعِيِّ وَالْأَصْحَابِ عَلَى اسْتِحْبَابِ خُطْبَتَيْنِ بَعْدَ صَلَاةِ الْكُسُوفِ وَهُمَا سُنَّةٌ لَيْسَا شَرْطًا لِصِحَّةِ الصَّلَاةِ قَالَ أَصْحَابُنَا وَصِفَتُهُمَا كَخُطْبَتَيْ الْجُمُعَةِ فِي الْأَرْكَانِ وَالشُّرُوطِ وَغَيْرِهِمَا سَوَاءٌ صَلَّاهَا جَمَاعَةٌ فِي مِصْرٍ أَوْ قَرْيَةٍ أَوْ صَلَّاهَا الْمُسَافِرُونَ فِي الصَّحْرَاءِ وَأَهْلُ الْبَادِيَةِ وَلَا يَخْطُبُ مَنْ صَلَّاهَا مُنْفَرِدًا وَيَحُثُّهُمْ فِي هَذِهِ الْخُطْبَةِ عَلَى التَّوْبَةِ مِنْ الْمَعَاصِي وَعَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَتَاقَةِ وَيُحَذِّرُهُمْ الْغَفْلَةَ وَالِاغْتِرَارَ وَيَأْمُرُهُمْ بِإِكْثَارِ الدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالذِّكْرِ
Artinya: "(Penjelasan) hadits Aisyah ra yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan nash Imam Syafi'i serta pengikutnya sepakat pada kesunahan dua khutbah setelah shalat gerhana, dan dua khutbah sunah itu bukanlah syarat sahnya shalat. Ashab kami berkata, "Dua khutbah ini sama dengan khutbah Jumat dalam rukun, syarat dan selainnya, sama saja entah dilaksanakan berjamaah di kota besar maupun di desa, atau musafir di padang pasir maupun di perkampungan. Sedangkan orang yang shalat sendiri tidak perlu melakukan khutbah. Khatib dalam khutbah ini menganjurkan jamaah untuk bertobat dari maksiat, mengerjakan kebaikan, bersedekah, membebaskan budak, mengingatkan mereka dari kelalaian dan tipu daya, serta memerintahkan mereka untuk memperbanyak doa, meminta ampunan dan zikir,'" (HR. Imam An-Nawawi).
Dzikir yang dibaca saat gerhana bulan
Sebenarnya, tidak ada satu bacaan dzikir yang bersifat wajib secara khusus saat gerhana bulan. Namun, para ulama menganjurkan memperbanyak dzikir secara umum sebagai bentuk mengingat Allah Swt.
Pertama, muslim bisa beristighfar dengan membaca:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Latin: Astaghfirullahal 'azhim
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
Setelah itu, lanjutkan dengan bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
Dengan memperbanyak dzikir, istighfar, dan ibadah lainnya, kamu dapat menjadikan peristiwa gerhana sebagai waktu refleksi spiritual.
Semoga setiap momen gerhana menjadi kesempatan untuk menambah pahala dan memperkuat keimanan.
(han/fef)

3 hours ago
2















































