Jakarta, CNN Indonesia --
India segera memborong jutaan barel minyak mentah Rusia melalui pengiriman kilat begitu mendapatkan dispensasi dari Amerika Serikat (AS).
AS memberikan dispensasi singkat dengan membolehkan India membeli minyak Moskow untuk mengatasi krisis pasokan minyak di tengah konflik Timur Tengah. Departemen Keuangan AS mengeluarkan dispensasi selama 30 hari agar India bisa membeli minyak Rusia pada Kamis (5/3).
"Untuk memastikan minyak terus mengalir ke pasar global, Departemen Keuangan mengeluarkan pengecualian sementara 30 hari untuk memungkinkan perusahaan pengolahan minyak India membeli minyak Rusia," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Kamis (5/3) dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah jangka pendek ini tidak akan memberikan manfaat finansial signifikan bagi pemerintah Rusia karena hanya mengizinkan transaksi yang melibatkan minyak yang sudah tertahan di laut," imbuhnya.
Meski begitu, AS menegaskan hal ini merupakan langkah sementara karena berharap ke depannya India akan membeli lebih banyak minyak AS.
Menurut sumber Reuters, perusahaan pengolahan minyak India, Indian Oil Corp (IOC), Bharat Petroleum Corp (BPCL), Hindustan Petroleum Corp (HPCL), dan Mangalore Refinery and Petrochemicals Ltd (MRPL) sedang bernegosiasi untuk pengiriman segera minyak Rusia.
Perusahaan-perusahaan India membeli sekitar 20 juta barel minyak Moskow. HPCL dan MRPL terakhir mengimpor minyak Rusia pada November 2025 lalu.
India termasuk negara yang rentan terhadap gangguan pasokan energi karena cadangan minyak mentah hanya cukup untuk sekitar 25 hari. Sementara itu, India mengimpor sekitar 40 persen minyak dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz yang saat ini ditutup.
Selama berbulan-bulan, AS menekan India untuk tidak membeli minyak Rusia untuk menghindari tarif impor 25 persen dan sebagai bagian kesepakatan perdagangan sementara dengan AS.
(fln/pta)

2 hours ago
1















































