Deret Tudingan Serangan Iran ke Negara Timteng yang Tak Terbukti

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran masih terus melancarkan serangan balasan yang menargetkan situs militer Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah di hari kedelapan perang melawan AS-Israel, Sabtu (7/3).

Serangan balasan dilancarkan Iran menyusul gempuran AS-Israel ke Teheran sejak 28 Februari lalu, yang menewaskan sejumlah komandan dan pejabat tinggi Iran termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Iran membantah sejumlah serangan drone yang menyasar situs sipil dan energi di negara-negara Arab.

Teheran menuding sejumlah serangan itu dilakukan Israel dalam false flag operation untuk "mengalihkan perhatian negara-negara kawasan dari kejahatan Israel dan menyerang lokasi sipil di Iran."

False flag operation merupakan tindakan rahasia yang dirancang untuk disalahartikan dan memanipulasi persepsi publik seolah-olah dilakukan oleh pihak lain dan memfitnah pihak tersebut (kambing hitam) sehingga bisa membenarkan tindakan pembalasan/perang.

Berikut tudingan-tudingan serangan drone dan rudal di Timur Tengah yang dibantah Teheran hingga ada yang terkonfirmasi:

Serangan drone ke Kedubes AS hingga kilang di Saudi

Otoritas Arab Saudi menyatakan dua drone menyerang kompleks kedutaan besar AS di ibu kota Riyadh, memicu kebakaran kecil dan kerusakaan material.

Insiden pada Kamis (5/3) itu turut memicu penutupan kedubes AS sementara waktu.

Namun, Dikutip Arab News, Duta Besar Iran di Riyadh, Alireza Enayati, menegaskan negaranya tidak melancarkan serangan ke kedubes AS di ibu kota tersebut.

"Kami mengonfirmasi bahwa Iran tidak terlibat dalam serangan ke Kedubes AS di Riyadh. Jika komando operasi di Teheran melancarkan serangan ke suatu tempat maka akan bertanggung jawab atas hal tersebut," ucap Alireza.

Alireza juga membantah Iran melancarkan serangan ke kilang minyak Ras Tanura di Saudi, yang menjadi salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNN]

Bantahan itu dinyatakan Alireza menyusul tuduhan Saudi bahwa kilang Ras Tanura sempat diserang dua drone Iran meski berhasil dicegat. Insiden itu memicu kebakaran kecil di kompleks strategis tersebut.

Serangan drone dan rudal juga menyasar fasilitas minyak lainnya di Saudi dan Iran pun kekeh membantah berada di balik serangan-serangan tersebut.

Sementara itu, dikutip Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran tidak akan menargetkan fasilitas sipil, kecuali memang situs tersebut digunakan untuk pasukan AS.

Serangan drone ke Bandara Azerbaijan

Perang Iran vs AS-Israel makin meluas bahkan mulai menyeret Azerbaijan, negara di Asia.

Azerbaijan mengutuk serangan drone ke Bandara Nakhchivan hingga melukai dua orang. Baku menuding serangan itu dilancarkan oleh Iran dan bahkan mengancam akan melancarkan serangan balasan.

Nakhchivan merupakan wilayah yang merupakan bagian dari kesepakatan perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut ditandatangani Armenia dan Azerbaijan.

Namun, Iran membantah telah melancarkan serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menelepon Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov dan mengatakan bukan Teheran yang berada di balik serangan tersebut.

Araghchi bahkan menyebut Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam insiden itu.

"Serangan itu bertujuan untuk mengalihkan opini publik dan merusak hubungan baik Iran dengan negara-negara tetangganya," ucap Araghchi.

Baca halaman berikutnya >>>


Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |