Jakarta, CNN Indonesia --
Chelsea dihukum denda 10,75 juta poundsterling atau setara Rp242 miliar karena melanggar aturan transfer pemain pada era Roman Abramovich.
Dilansir dari Daily Mail, denda yang diberikan Premier League itu jadi rekor denda terbesar di tanah Inggris. Selain itu, The Blues juga dikenai larangan transfer pemain akademi selama sembilan bulan.
Larangan transfer ini sejatinya pun diarahkan pada perekrutan pemain di tim utama selama dua tahun tetapi ditangguhkan. Artinya, larangan ini baru akan berlaku bagi tim London Barat jika kembali melakukan pelanggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Premier League menjatuhkan hukuman ini setelah menemukan adanya pembayaran secara ilegal yang dilakukan klub kepada pemain, agen tidak terdaftar, dan pihak lainnya dalam rentang waktu tahun 2011 sampai 2018. Awalnya, Chelsea didakwa dengan 74 pelanggaran pada bulan September lalu.
Dakwaan terhadap Chelsea sebagian besar berfokus pada transfer yang dilakukan antara musim 2010/2011 dan 2015/2016. Transfer ini melibatkan sejumlah nama besar seperti Eden Hazard, Samuel Eto'o, Willian, David Luiz, Andre Schurrle, Ramires, dan Nemanja Matic.
Chelsea melaporkan sendiri kealpaan mereka kepada pihak Premier League, FA, dan UEFA. Penyimpangan itu diketahui saat proses akuisisi yang dilakukan Todd Boehly dan konsorsium BlueCo tahun 2022.
Meski kena denda dalam jumlah besar, Chelsea tidak mendapatkan sanksi pengurangan poin oleh Premier League. Pengurangan poin itu tidak dilakukan karena Premier League mempertimbangkan sikap proaktif Chelsea yang melakukan pelaporan atas pelanggaran yang mereka lakukan.
Abramovich sendiri menjual Chelsea pada tahun 2022 lalu. Langkah melepas tim yang bermarkas di Stamford Bridge itu dilakukan setelah aset Abramovich dibekukan pemerintah Inggris menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
(jal)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3

















































