Jakarta, CNN Indonesia --
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria membeberkan kondisi terkini PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) usai menerima suntikan dana sebesar Rp4,9 triliun dari PT Danantara Aset Management (Persero).
Dony mengatakan Krakatau Steel saat ini bergerak menuju kondisi finansial yang lebih sehat setelah menjalani berbagai langkah transformasi.
"Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial," kata Dony dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (4/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dony menjelaskan perbaikan dilakukan secara menyeluruh melalui intervensi keuangan, operasional, hingga tata kelola perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya restrukturisasi untuk memulihkan kinerja Krakatau Steel.
Sebagai pemegang saham, Danantara melalui PT Danantara Aset Management memberikan dukungan pendanaan kepada Krakatau Steel dengan skema pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp4,9 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung penyehatan perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dana pinjaman dialokasikan untuk modal kerja sebesar Rp4,18 triliun serta program pengunduran diri sukarela atau golden handshake (GHS) dan penyehatan dana pensiun senilai Rp752,8 miliar.
Modal kerja tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolled Coil (CRM), serta mendukung pasokan bahan baku pabrik pipa. Sementara itu, pendanaan untuk program GHS dan dana pensiun dilakukan melalui mekanisme lump sum window.
"Transaksi ini sangat dibutuhkan oleh Perseroan untuk mendukung pemulihan bisnis baja pasca penyelesaian perbaikan HSM serta menjaga keberlanjutan program Restrukturisasi Utang yang telah efektif pada Oktober 2025. Dukungan pendanaan ini menjadi sangat krusial agar kegiatan operasional dapat berjalan secara optimal sesuai rencana," tulis Manajemen Krakatau Steel dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, pada Rabu (24/12/2025) lalu.
Manajemen Krakatau Steel menyatakan dukungan pendanaan ini krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional dan mendukung pemulihan bisnis baja setelah perbaikan fasilitas produksi, sekaligus menopang program restrukturisasi utang yang telah efektif sejak Oktober 2025.
Krakatau Steel dan Danantara Aset Management juga telah menandatangani perjanjian pinjaman pada 19 Desember 2025. Pinjaman tersebut terdiri dari dua skema, yakni pinjaman modal kerja Rp4,18 triliun dengan tenor minimal lima tahun dan pinjaman Rp752,8 miliar dengan tenor minimal enam tahun.
"Dengan adanya dukungan pendanaan melalui Pinjaman Pemegang Saham, Perseroan akan memiliki likuiditas yang lebih kuat, sehingga mampu menjalankan kegiatan operasional secara lebih optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan biaya produksi serta peningkatan daya saing produk Perseroan," tulis manajemen.
(lau/pta)

4 hours ago
3
















































