Bisakah Trump Rebut Selat Hormuz dari Iran?

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengambil alih Selat Hormuz yang saat ini dalam kendali dan hegemoni Iran.

Saat ini ekonomi dunia mulai tercekik karena harga minyak dan gas meroket. Penyebabnya, tentu saja karena lalu lintas di Selat Hormuz dibatasi Iran selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Efeknya kemana-mana. Sejumlah negara di Eropa dan Asia, yang bergantung dengan sumber daya energi dari kawasan Teluk mengeluh. Mereka berharap selat ini bisa segera normal lagi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran, secara terbuka menyatakan tidak menutup Selat Hormuz. Namun, kapal-kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel akan mendapat serangan mematikan.

Kapal lainnya, yang tidak terafiliasi langsung dengan kedua negara, was-was. Ada kekhawatiran jadi sasaran tembak pihak Iran atau malah sebaliknya dari kubu AS-Israel.

Situasi ini membuat Trump geram. Ia meminta Iran segera membuka akses kepada kapal-kapal logistik tersebut. Trump bahkan bersedia memberi jaminan keamanan kepada kapal-kapal itu.

Diancam Trump, pihak Teheran tersenyum memancing. Jika Trump merasa yakin bisa memberi keamanan kepada kapal yang akan lewat di Selat Hormuz, Iran mempersilakan.

Pernyataan Iran ini tentu saja penuh makna. Ini tantangan terbuka kepada AS-Israel untuk melangkah agresif. Iran sudah siap memberikan kejutan kepada pasukan Trump.

"Selat itu tertutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," kata Ebrahim Jabari dilansir dari Al Jazeera.

"Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini," ucap penasihat senior panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ini.

Menyikapi hal tersebut, dalam wawancara dengan CBS News, Trump mengaku tak segan melakukan tindakan tegas di Selat Hormuz. Ini dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi dunia.

"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras," kata Trump pada Senin (9/3).

Soal rencana memberikan pukulan keras ke Iran, Trump belum membeberkan rincian tindakan yang akan dilakukan. Hal ini yang membuat banyak pihak ragu AS bisa berbuat banyak.

Yang pasti, AS tidak punya yuridiksi di Selat Hormuz. Berdasarkan UNCLOS (konvensi PBB tentang hukum laut), AS dan sekutu tidak bisa masuk Selat Hormuz tanpa izin Iran dan Oman.

Dengan hancurnya sejumlah situs-situs militer AS di Teluk, kekuatan Paman Sam di Timur Tengah itu melemah. Jika AS nekat masuk ke sana, bukan tidak mungkin dihancurkan Iran.

Bisakah Trump merebut Selat Hormuz? Tidak ada yang mustahil, tetapi dalam perang, yang menentukan adalah strategi, daya tempur, dan infrastruktur militer. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/dan)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |