Bandara Muscat Jadi Andalan Turis yang Terjebak Konflik Timur Tengah

3 hours ago 5

CNN Indonesia

Selasa, 10 Mar 2026 13:00 WIB

Selama konflik, Bandara Internasional Muscat (MCT) semakin sibuk dan memegang kendali penting dalam mengevakuasi turis yang terjebak. Ilustrasi. Imbas konflik di Timur Tengah, Bandara Internasional Muscat jadi bandara andalan untuk beranjak dari situasi konflik. (Getty Images/Ivan Savini)

Jakarta, CNN Indonesia --

Konflik di Timur Tengah menyebabkan operasional sejumlah bandara terhambat. Bandara Internasional Muscat (MCT) pun lebih sibuk dan memegang kendali penting dalam mengevakuasi turis yang terjebak.

Bandara Muscat yang terletak di Seeb, Oman, tergolong kecil di antara bandara Timur Tengah lainnya. Memiliki luas 22 kilometer persegi, rata-rata jumlah penumpang di bandara ini hanya seperdelapan dari Bandara Dubai.

Akan tetapi di tengah gejolak geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Bandara Muscat justru menjadi mini hub yang diandalkan oleh para turis yang terjebak ketika bandara lain menghentikan operasional. Melansir Independent melaporkan adanya lonjakan penerbangan dan jumlah penumpang di Bandara Muscat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turis banyak yang menuju Muscat menggunakan jalur darat. Jarak dari Doha ke Muscat sekitar 1.000 kilometer melalui jalur darat. Sementara perjalanan dari Qatar ke Bandara Muscat juga lebih lama karena melewati perbatasan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman.

Setelah maskapai Qatar Airways mendominasi penerbangan di Bandara Muscat sejak Jumat (6/3), sejumlah jet kecil hilir-mudik dari Oman menuju London Heathrow, Berlin, Kopenhagen, Madrid, Roma, dan Amsterdam.

Meskipun ada penerbangan yang terlambat, tetapi pesawat masih bisa diterbangkan ke destinasi tujuan. Pesawat Boeing 777 yang dijadwalkan berangkat pada Kamis (5/3) pukul 13.00 waktu setempat, tetapi sempat terlambat dan diperkirakan mendarat di tujuan sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Selain itu, ada pula maskapai British Airways yang menyumbang lonjakan penumpang dan penerbangan di MCT.

Penerbangan rute Muscat ke London Heathrow, dijadwalkan berangkat pada Minggu (8/3) dini hari khusus untuk penumpang British Airways yang terjebak di wilayah Teluk seperti Abu Dhabi dan Dubai.

Perwakilan British Airways meminta penumpang datang ke bandara apabila tiket sudah berhasil dipesan. Pihaknya juga berkomitmen untuk memberi dukungan kepada pelanggan dan staf di wilayah terdampak dengan terus melakukan kontak secara berkala.

"Penerbangan ini untuk pelanggan BA yang berada di Oman atau UEA dengan pemesanan yang sudah ada," jelas juru bicara British Airways.

Bandara Muscat juga menjadi landasan keberangkatan bagi penerbangan charter pemerintah Inggris yang terdampak penundaan. Sejumlah maskapai seperti Oman Air juga menjadwalkan penerbangan tambahan di Muscat untuk terbang ke bandara internasional lainnya.

Penerbangan tambahan Oman Air tersebut beroperasi mulai Sabtu (7/3) sampai sembilan hari setelahnya. Menyediakan penerbangan dari Muscat ke destinasi tujuan yang termasuk Bangkok, Kuala Lumpur dan Mumbai.

(ana/els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |