Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Australia akan memangkas pajak bahan bakar minyak (BBM) 50 persen untuk meredam tekanan dari lonjakan harga minyak dunia.
Pada Senin (30/3), Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan pemerintah akan mengurangi separuh pajak bahan bakar dan solar serta menghapus biaya penggunaan jalan raya untuk kendaraan berat selama tiga bulan.
Albanese menerangkan pengurangan separuh pajak akan mengurangi biaya bahan bakar sebesar 26,3 sen Australia per liter atau sekitar Rp3.067 per liter (asumsi kurs Rp11.664 per dolar Australia) .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memahami tekanan biaya bagi masyarakat sangat nyata karena dampak perang di belahan dunia lain terjadi di sini," ujar Albanese dalam konferensi pers di Canberra seperti dilansir Reuters.
Pemerintah juga mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengadopsi rencana pengamanan bahan bakar nasional dengan semua pemerintah negara bagian setuju untuk bekerja sama dalam mengirimkan bahan bakar ke daerah-daerah regional di mana bahan bakar paling dibutuhkan.
Albanese mengatakan ada empat tingkat tindakan dan Australia berada di tingkat dua, yaitu untuk menjaga agar negara tetap berjalan. Tingkat tertinggi adalah untuk memastikan layanan penting tetap terjaga.
"Meskipun prospek pasokan bahan bakar Australia tetap aman dalam jangka pendek, kita juga perlu sangat jelas kepada warga Australia bahwa semakin lama perang ini berlangsung, semakin buruk dampaknya," ujar Albanese.
Dalam konferensi pers, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmer menambahkan total biaya bagi pemerintah sekitar 2,55 miliar dolar Australia atau berkisar Rp29.74 triliun).
Sekitar 20 persen minyak dunia diangkut melalui Selat Hormuz sebelum perang Iran melawan serangan AS-Israel pecah sejak 28 Februari 2026 lalu.
Konflik tersebut menyebabkan harga Brent melonjak 59 persen pada Maret, kenaikan bulanan paling tajam dalam sejarah. Harga Brent bahkan menembus US$115,66 per barel ketika pasar dibuka pada awal pekan ini.
Untuk meredam lonjakan harga minyak, pemerintah Australia sebelumnya mengumumkan pelepasan bensin dan solar dari cadangan domestik dan pelonggaran sementara standar kualitas bahan bakar.
Australian Petroleum Institute melaporkan harga eceran rata-rata satu liter solar naik menjadi lebih dari 3 dolar Australia per liter pekan lalu dan bensin menjadi 2,50 dolar Australia per liter.
Negeri Kanguru memiliki stok bahan bakar tertinggi dalam 15 tahun terakhir, tetapi masih jauh di bawah rekomendasi Badan Energi Internasional (IEA) yaitu 90 hari.
Angka pemerintah terbaru hingga pekan lalu menunjukkan Australia memiliki cukup bahan bakar untuk 30 hari diesel, 30 hari bahan bakar jet, dan 39 hari bensin.
Pemerintah juga telah mengadopsi Amandemen Korporasi Pembiayaan dan Asuransi Ekspor yang memungkinkan pemerintah untuk menjamin pembelian kargo bahan bakar spot saat harga naik melalui lembaga kredit Export Finance Australia.
(sfr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2
















































