Apakah Penderita Darah Tinggi Boleh Makan Ikan Asin? Ini Penjelasannya

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Selasa, 31 Mar 2026 08:30 WIB

Penderita darah tinggi perlu membatasi makan ikan asin karena kandungan garamnya yang tinggi. Simak penjelasannya berikut ini. Ilustrasi. Penderita darah tinggi perlu membatasi makan ikan asin karena kandungan garamnya yang tinggi. (iStockphoto/andersboman)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu faktor penting yang memengaruhi tekanan darah, yakni pola makan sehari-hari. Banyak orang bertanya-tanya, apakah penderita darah tinggi boleh makan ikan asin yang dikenal tinggi garam?

Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam tubuh berada di atas batas normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laman Express, jika kondisi ini jika dibiarkan terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit jantung seperti stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.

Berikut ini ulasannya secara lengkap mengenai hal tersebut dan ada panduan pola makan yang tepat untuk penderita darah tinggi.

Apakah penderita darah tinggi boleh makan ikan asin?

Menurut Blood Pressure UK (BPUK), beberapa jenis ikan, terutama ikan asin atau ikan kering, mengandung kadar garam yang tinggi. Adapun garam merupakan salah satu penyebab utama naiknya tekanan darah.

Oleh karena itu, konsumsi ikan asin harus dibatasi bagi penderita darah tinggi. National Health Service (NHS) Inggris bahkan merekomendasikan asupan garam harian tidak lebih dari enam gram untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Selain ikan asin, makanan lain yang tinggi garam dan perlu dihindari oleh penderita darah tinggi, antara lain saus tomat, sup kalengan, kaldu instan, saus kedelai, acar, bubuk kari, makanan siap saji beku, hingga daging olahan seperti sosis, daging asap, dan nuget.

Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam secara signifikan dapat menurunkan risiko hipertensi. Namun bukan berarti Anda tak bisa menikmati ikan sama sekali, meski bukan ikan asin.

BPUK menyarankan agar ikan dimarinasi dengan bahan seperti lemon, yoghurt, atau rempah-rempah sebagai alternatif pengganti garam untuk menambah cita rasa.

Memang pada awalnya makanan tanpa garam terasa hambar, tetapi seiring waktu lidah akan menyesuaikan dan Anda akan mulai menikmati rasa alami makanan tanpa tambahan garam berlebih.

Panduan pola makan untuk penderita darah tinggi

Ketika anda memiliki hipertensi, penting untuk memperhatikan asupan makanan. Selain harus menghindari ikan asin, ada beberapa hal lain yang perlu anda perhatikan dalam pola makan sehari-hari.

Berikut ini panduan pola makan dasar untuk penderita hipertensi, dikutip dari Health Hub Singapura:

1. Batasi asupan natrium

ilustrasi garamFoto: iStockphoto/artisteer
ilustrasi garam.

Garam mengandung 40 persen natrium. Ini memang mineral penting untuk fungsi normal tubuh, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, natrium dapat meningkatkan tekanan darah, terutama jika Anda sensitif terhadap natrium.

Garam dan saus yang ditambahkan dalam persiapan makanan dan di meja makan menyumbang sebagian besar natrium yang kita konsumsi setiap hari. Makanan kaleng dan makanan olahan juga umumnya memiliki kandungan natrium yang tinggi.

2. Kurangi konsumsi lemak

Lemak berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang memperburuk hipertensi. Pilih metode memasak sehat, seperti mengukus, merebus, atau memanggang, dan hindari makanan gorengan.

3. Perbanyak makanan berserat

Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh yang kaya serat, magnesium, dan kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Ganti roti putih dengan roti gandum dan pilih camilan sehat daripada makanan asin. Selain itu, pilihlah buah-buahan atau sayuran sebagai pengganti alternatif lainnya.

4. Turunkan berat badan jika perlu

Penurunan berat badan meski sedikit dapat memberikan efek positif signifikan dalam mengendalikan tekanan darah. Kombinasikan pola makan sehat dengan olahraga rutin untuk hasil optimal.

5. Batasi konsumsi alkohol

Minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. Jika ingin minum, batasi tidak lebih dari satu gelas standar per hari.

Jadi penderita darah tinggi perlu membatasi makan ikan asin karena kandungan garamnya yang tinggi.

Lebih baik memilih ikan segar dan mengolahnya dengan cara yang sehat serta mengurangi konsumsi garam dari sumber lain.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |