Jakarta, CNN Indonesia --
Anak perempuan hingga cucu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas imbas serangan brutal Amerika Serikat bersama sekutunya Israel pada Sabtu (28/2).
Kantor berita yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Fars News, yang dikutip Al Jazeera, melaporkan anak perempuan Khamenei, menantu, dan cucunya tewas dalam serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim Khamenei tewas dalam serangan bersama AS-Israel.
"Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," ujar Trump, dikutip Reuters.
Sejauh ini, tak ada informasi resmi dari pemerintah Iran terkait klaim Trump. Namun, kantor berita media pemerintah Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan Khamenei masih dengan "teguh dan tegar dalam memimpin medan perang."
Media Israel Channel 12 yang dikutip Times of Israel juga melaporkan bahwa Israel setelah berkoordinasi dengan AS menjatuhkan 30 bom di kompleks kediaman Khamenei.
Pemimpin tertinggi Iran itu dilaporkan berada di ruang bawah tanah di lokasi tersebut. Namun, dia bukan berada di salah satu bunker yang sulit ditembus AS. Tak ada rincian spesifik soal keberadaan Khamenei.
AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu pagi. Imbas serangan tersebut, 201 orang tewas dan lebih dari 700 jiwa mengalami luka-luka.
Mereka yang juga dilaporkan tewas termasuk Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.
AS-Israel juga menyatakan akan terus melakukan serangan besar-besaran ke negara Timur Tengah ini. Mereka disebut menargetkan 30 pemimpin Iran termasuk presiden dan kepala militer.
(isa/bac)

2 hours ago
3
















































