Amran Pede RI Bisa Surplus Beras 5 Juta Ton Meski Ada Godzilla El Nino

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis Indonesia tetap bisa surplus beras hingga 5 juta ton meski menghadapi ancaman fenomena 'Godzilla El Nino'.

Amran menyebut Godzilla El Nino diperkirakan terjadi mulai April dan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

"El Nino Godzilla itu mulai bulan depan, April, diperkirakan itu sampai enam bulan ya. Insya Allah pangan, khusus sektor pangan itu aman. Kenapa? Dulu tahun 2023 itu ada El Nino juga yang tidak kalah kerasnya, dahsyatnya," ujar Amran di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Senin (30/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan kesiapan menghadapi potensi kekeringan saat ini dinilai lebih baik dibanding sebelumnya terutama dari sisi infrastruktur. Pemerintah, lanjutnya, telah memperkuat sistem irigasi melalui program pompanisasi serta optimalisasi lahan rawa (oplah) yang memungkinkan peningkatan intensitas tanam.

"Kita melakukan pompanisasi, jadi irigasi oplah itu kita tekan. Nah, itu alhamdulillah berhasil, tahun berikutnya kita lakukan akselerasi, jadi infrastruktur untuk menghadapi El Nino sudah jauh lebih baik. Pompanisasi, itu puluhan ribu pompa di lapangan, dan sudah terpasang, irigasi pompa sudah jalan," katanya.

Selain itu, perluasan dan perbaikan jaringan irigasi juga terus dilakukan untuk menopang produksi pangan nasional. Kementan menargetkan perbaikan hingga 2 juta hektare lahan irigasi, termasuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Langkah ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga produksi tetap berjalan di tengah potensi musim kemarau panjang.

Dari sisi ketersediaan, Amran menyebut stok beras nasional saat ini berada pada level tinggi.

"Stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. (Stok) di (Perum) Bulog bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih, berarti aman," ujarnya.

Ia merinci selain stok di Bulog, terdapat cadangan beras di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga sekitar 12,5 juta ton, serta potensi produksi (standing crop) sekitar 11 juta ton.

Secara keseluruhan, total pasokan beras diperkirakan mencapai sekitar 27 juta ton, yang menurutnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan tanpa tambahan produksi.

Bahkan dalam skenario terburuk saat puncak kemarau, Amran memperkirakan produksi tetap berjalan meski dalam jumlah lebih rendah.

"Di saat musim kemarau El Nino Godzilla dan seterusnya itu produksi 12 juta ton. Kalau tambah 12 juta ton, itu berarti bisa lima bulan," katanya.

Dengan kombinasi stok awal dan tambahan produksi selama periode kemarau, ia memperkirakan ketahanan pangan nasional bisa bertahan hingga 15 bulan ke depan atau setidaknya sampai awal musim hujan berikutnya.

"Harga (pangan) insya Allah stabil," tambahnya.

Terkait potensi terganggunya kalender tanam, Amran menilai risiko tersebut relatif kecil. Ia menyebut kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama yang menekan potensi gangguan.

"Potensi itu berantakan mungkin ya 2-5 persen. Potensi berhasilnya 90 persen. Kenapa? Infrastruktur sudah jadi," ujarnya.

Di sisi lain, proyeksi iklim menunjukkan adanya potensi kemarau lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino yang diperkuat kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut istilah 'Godzilla El Nino' bukan kategori resmi dan memperkirakan peluang El Nino berada pada level lemah hingga moderat.

(del/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |