Jakarta, CNN Indonesia --
Oli merupakan salah satu komponen krusial bagi mesin mobil untuk menjaga performa mesin. Tanpa pelumasan optimal, gesekan antarkomponen meningkat dan berpotensi mempercepat keausan.
Karena itu penggantian oli secara berkala bukan sekadar marketing, melainkan bagian dari perawatan dasar kendaraan. Lantas kapan waktu yang tepat untuk ganti oli mesin mobil?
Patokan umum mengacu pada dua hal, yakni jarak tempuh dan durasi pemakaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pabrikan merekomendasikan penggantian oli berdasarkan interval kilometer tertentu atau periode waktu tertentu, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Selain itu, perubahan performa seperti suara mesin terdengar lebih kasar atau peringatan di indikator oli juga dapat menjadi peringatan dini bahwa pelumas sudah tidak bekerja optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kilometer yang tepat
Sebelum itu Anda perlu memahami ada tiga jenis oli yang perlu diganti secara berkala yaitu oli mesin, oli gardan, dan oli transmisi. Di antara ketiganya, oli mesin paling sering diganti karena perannya sangat penting dalam menjaga kinerja mesin mobil.
Menurut panduan pabrikan, penggantian oli pertama disarankan saat mobil mencapai 10 ribu kilometer. Namun, perkembangan teknologi dan kondisi jalan yang semakin menantang, membuat beberapa ahli merekomendasikan mobil ganti oli setiap 7.500 kilometer, terutama jika mobil sering digunakan dalam kondisi berkendara berat seperti kemacetan atau perjalanan jarak jauh.
Selain itu, untuk memastikan kondisi oli tetap optimal, penggantian setiap enam bulan tetap menjadi standar terbaik.
Penggantian oli juga dapat menyesuaikan kebutuhan, pemilik mobil dapat melihat panduan soal ini di buku manual. Pada sisi lain, pengguna dapat memilih oli dengan spesifikasi yang telah memenuhi standar API SQ.
Standar ini diklaim dirancang untuk meningkatkan perlindungan mesin, menjaga performa, sekaligus mendukung efisiensi bahan bakar. Pelumas juga disebut cocok bakal kebutuhan kendaraan modern dengan teknologi yang semakin kompleks.
Salah satu merek pelumas yang telah memiliki standar tersebut pada produk pelumasnya adalah Motul.
Sejumlah lini produk Motul yang kini mengusung standar API SQ antara lain Multigrade Plus, Multipower Plus, H-Tech 100 Plus, NGEN Hybrid, hingga Motul 300V. Seluruh varian tersebut tersedia dalam berbagai tingkat viskositas dan ditujukan untuk mesin generasi terbaru.
Selain mengandalkan jarak tempuh dan waktu pemakaian, ada beberapa tanda yang menunjukkan oli mobil Anda perlu diganti.
1. Suara mesin terdengar kasar
Jika mesin mobil mulai mengeluarkan suara kasar, ini pertanda bahwa oli sudah tidak bekerja dengan baik. Oli yang sudah lama digunakan biasanya terkontaminasi oleh kotoran dan panas, yang menyebabkan penurunan kualitas.
Akibatnya, oli tidak lagi mampu meredam suara gesekan antar komponen mesin, sehingga menimbulkan suara kasar.
2. Oli hitam pekat
Warna oli juga bisa menjadi indikator apakah oli perlu diganti. Oli baru biasanya berwarna kuning dan transparan. Jika oli berubah menjadi hitam pekat, itu artinya oli sudah tercampur dengan berbagai kotoran.
Sebelum mengecek warna oli, pastikan mesin sudah dingin agar Anda bisa memeriksanya dengan aman.
3. Lampu indikator oli menyala
Salah satu tanda paling mudah untuk diketahui saat lampu indikator oli pada dashboard menyala. Lampu ini berbentuk seperti corong dengan tetesan oli, dan akan menyala merah jika oli sudah tidak dalam kondisi baik.
4. Akselerasi berat dan getaran tinggi
Jika Anda merasa mobil mulai kehilangan tenaga, atau akselerasinya terasa berat, ini bisa jadi karena oli sudah tidak efektif melumasi mesin. Ketika oli kehilangan kualitas, gesekan antar komponen mesin menjadi lebih besar, menyebabkan mesin bekerja keras sehingga mengeluarkan getaran lebih tinggi, demikian melansir Suzuki Indonesia.
(ryh/fea)

5 hours ago
3















































