9 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Banjir, Tinggi Air Capai 1,5 Meter

1 hour ago 1

Tangerang, CNN Indonesia --

Banjir menerjang sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang pada Minggu (8/2). Banjir tersebut disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (7/3) malam.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di 13 titik yang tersebar di sembilan kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Kelapa Dua, Tigaraksa, Rajeg, Kronjo, Pasar Kemis, Sepatan, Sepatan Timur, Kresek, dan Sindang Jaya.

"Berdasarkan data sementara kondisi banjir saat ini, banjir tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Tangerang," ungkap Taufik, Minggu.

Ia menjelaskan, ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter.

Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir, termasuk jumlah kepala keluarga yang terimbas.

"Untuk data lengkap, termasuk jumlah KK terdampak menyusul," jelasnya.

Banjir menerjang sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang pada Minggu (8/2).Banjir menerjang sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang pada Minggu (8/2). (CNN Indonesia/Dodi Wahyudi)

Sementara itu sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Tangerang juga terendam akibat hujan yang turun semalaman. Salah satunya adalah di Jalan Raya Merdeka, Kecamatan Karawaci, pada Minggu (8/3), dan mengganggu arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Merdeka tersendat.

Selain di Jalan Raya Merdeka, hujan yang turun hampir semalaman juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan lain di Kota Tangerang, di antaranya Jalan Ciledug Raya, Jalan Raya Husein Sastranegara di Benda, Jalan Raya Gempol di Pinang, serta kawasan Batu Sari di Batuceper.

Tingginya genangan air diduga dipicu curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (7/3) malam. Selain itu, kondisi sistem drainase yang kurang optimal membuat air meluap hingga menggenangi badan jalan.

Kondisi ini memicu keluhan warga karena banjir disebut kerap terjadi di lokasi tersebut dan mengganggu aktivitas masyarakat.

(dod/end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |