Trump Isyarat Setop Perangi Iran Meski Hormuz Masih Tutup, Frustrasi?

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mungkin mengakhiri perang dengan Iran meski jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz tetap diblokade Teheran.

Salah satu sumber di pemerintahan AS mengatakan Trump menyampaikan pertimbangan tersebut ke penasihatnya bahwa dia siap menyetop perang, barulah selat dibuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Times of Israel pada Selasa (31/4), Trump dan penasihatnya, lanjut sumber itu, sudah sampai ke kesimpulan bahwa misi membuka Selat Hormuz butuh waktu yang lebih lama. Durasi ini melebihi waktu yang ditetapkan AS terkait perang sekitar empat hingga enam pekan.

AS dan Israel meluncurkan serangan brutal ke Iran pada 28 Februari. Artinya, mereka sudah melewati empat pekan, dan sisa dua pekan lagi.

Lebih lanjut, para sumber AS mengatakan Trump saat ini fokus untuk menghancurkan rudal dan Angkatan Laut Iran sebelum menekan mereka untuk membuka Selat Hormuz.

Trump sebelumnya mengatakan serangan AS ke Iran akan berhenti dalam dua hingga tiga pekan mendatang.

[Gambas:Video CNN]

"Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya rasa mungkin dalam waktu dua atau tiga pekan," kata Trump pada Selasa, dikutip AFP.

Dia lalu berujar, "Mereka [Iran] tak perlu membuat kesepakatan dengan saya."

Lebih lanjut, Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran tak perlu tercapai karena AS cukup memastikan Teheran tak punya senjata nuklir.

"Ketika kami merasa bahwa mereka, untuk jangka waktu lama, terjebak di zaman batu tak akan mampu menciptakan senjata nuklir, maka kami akan pergi," ujar dia.

"Terlepas dari apakah kami mencapai kesepakatan atau tidak, itu tak relevan."

(isa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |