Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim tak membutuhkan minyak Iran seperti yang dilaporkan sejumlah pihak.
Dalam pidato nasionalnya pada Rabu (1/4), Trump menyampaikan operasi militer AS terhadap Iran semata-mata untuk membantu para sekutu di Timur Tengah. AS, kata dia, sama sekali tak mengincar minyak Iran dalam perang saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak membutuhkan minyak mereka. Kami tidak membutuhkan apa pun yang mereka miliki. Kami berada di sana untuk membantu sekutu kami," kata Trump dalam pidato yang disiarkan akun Youtube resmi Gedung Putih, Rabu (1/4).
Trump sesumbar di bawah kepemimpinannya, AS merupakan produsen minyak dan gas (migas) nomor satu di bumi. Terlepas dari jutaan barel minyak yang baru didapat dari Venezuela, AS sudah memproduksi lebih banyak migas, bahkan lebih daripada Arab Saudi dan Rusia jika digabung.
Minyak Venezuela diperoleh setelah AS meluncurkan serangan mendadak ke negara itu pada awal Januari dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dengan dalih memberantas narkoterorisme.
"Bayangkan itu. Arab Saudi dan Rusia digabungkan. Dan angka itu akan segara jauh lebih tinggi lagi. Tidak ada negara seperti kita di dunia ini. Kita berada di posisi yang sangat baik untuk masa depan. Amerika Serikat nyaris tidak mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan mengimpornya di masa depan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Trump kembali mengulangi klaimnya mengenai tujuan AS meluncurkan Operasi Epic Fury terhadap Iran.
"Seperti yang saya nyatakan dalam pengumuman Operasi Epic Fury, tujuan kami sangat sederhana dan jelas. Kami secara sistematis membongkar kemampuan rezim (Iran) untuk mengancam Amerika atau memproyeksikan kekuatan di luar perbatasan mereka," ucapnya.
Trump berulang kali juga mengeklaim bahwa angkatan laut dan angkatan udara Teheran saat ini sudah musnah.
Para pemimpin garis keras Iran, kata dia, sudah tewas dan komando serta kendali atas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) "sedang dilumpuhkan saat ini" guna menghapus ancaman.
"Angkatan laut mereka sudah lenyap, angkatan udara mereka sudah lenyap. Rudal mereka hampir habis atau sudah dikalahkan. Secara keseluruhan, hal ini akan menghancurkan militer Iran, menghancurkan kemampuan mereka dalam mendukung proksi teroris, dan mencegah mereka menciptakan bom nuklir," kata Trump.
Trump mengaku bahwa AS sudah menang besar dalam perang ini. Ia pamer bahwa belum pernah ada dalam sejarah peperangan pihak musuh mengalami kerugian sebegitu besarnya hanya dalam beberapa pekan.
Trump pun mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa perang AS-Israel vs Iran saat ini "hampir selesai."
(bac)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
5

















































