Taufik Hidayat Blak-blakan Ungkap Kekurangan Tim Thomas Indonesia

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Pengurus PBSI, Taufik Hidayat, membeberkan kekurangan tim Thomas Cup Indonesia yang gagal lolos dari fase grup.

Mengusung target ke final pada kejuaraan beregu putra dua tahunan, Fajar Alfian dan kawan-kawan justru tersingkir di fase grup.

Setelah menang atas Aljazair dan Thailand, Indonesia kalah dari Prancis sehingga hanya menempati peringkat ketiga di fase grup dan gagal melangkah ke perempat final.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konferensi pers di Pelatnas Cipayung, Jumat (8/5), Taufik membeberkan banyak hal ketika ditanya soal kekurangan dari tim Thomas.

"Kemarin sudah kami bicarakan dengan pelatih teknik, analis, psikolog, dan lain-lain. Kami pelajari dari game per game kemarin itu. Ada beberapa atlet yang ditanya, 'siap?' [dijawab] 'siap!'. Tapi di lapangan tidak siap. Akhirnya dari Thomas Cup kemarin kami sepakat untuk berusaha sinkron," jelas Taufik.

"Kalau dokter bilang atletnya bilang belum bisa tanding, pelatih juga enggak boleh suruh atlet tanding," ucapnya menambahkan.

Mantan andalan Indonesia di sektor tunggal putra itu juga menyoroti soal strategi Prancis yang menempatkan tiga pemain tunggal lebih dulu.

"Di Thomas kemarin itu ada yang beda-beda. Waktu lawan Prancis kemarin. Biasanya kan ganti-gantian single double. Tapi kemarin kan single dulu baru double. Memang banyak orang tanya kenapa kalah dari Prancis. Padahal secara ranking, atlet yang lawan Prancis itu di bawah semua kita."

"Kita tanya pelatih tunggal, si Alwi kenapa? Mungkin ada ketegangan. Kami tidak menyalahkan pemain, tapi kami ingin cari solusinya apa karena single dan double itu banyak [beda-beda situasinya]," tutur Taufik.

Sosok yang pernah meraih gelar Thomas Cup pada 2000 dan 2002 itu pun menegaskan PBSI menitikberatkan fokus selanjutnya pada pemain-pemain muda.

"Saya tidak tahu untuk yang lebih senior apa masih masih di Thomas berikutnya. Kami evaluasi maksimal. Untuk Ginting juga kalau dilihat kemarin, performanya bagus. Tapi setelah dia cedera, permainan di set ketiga lawan Prancis itu kita bisa lihat fisiknya belum 100 persen. Jujur-jujuran saja nih. Tapi dia sudah maksimal di situ," kata Taufik.

"Memang pemainnya enggak ada lagi. Makanya yang di Thomas Cup itu yang terbaik untuk dibawa begitu," tukas Taufik.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |