Jakarta, CNN Indonesia --
Perum Bulog mengusulkan penyaluran beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN/PNS) dan TNI-Polri di tengah melimpahnya stok beras nasional yang kini mencapai rekor tertinggi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 2,8 juta ton beras per tahun untuk disalurkan kepada ASN dan TNI-Polri dalam bentuk natura atau kompensasi beras.
"Kami usul kepada Komisi IV DPR RI, kalau diizinkan, kami harapkan untuk penyaluran beras kebutuhan ASN dan TNI-Polri dalam bentuk natura sekitar 2,8 juta ton per tahun," ujar Rizal dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal merinci alokasi tersebut terdiri dari 2,28 juta ton untuk ASN yang berjumlah sekitar 4,75 juta orang, 280.966 ton untuk prajurit TNI sebanyak 585.345 orang, serta 277.920 ton untuk anggota Polri yang mencapai 579 ribu personel.
Usulan itu menjadi bagian dari skema penyaluran beras Bulog di pasar umum yang totalnya mencapai 4,3 juta ton per tahun.
"Bulog mengusulkan dua penyaluran utama beras, yakni melalui pasar umum sebanyak 4,3 juta ton dan pasar khusus sebanyak 1,3 juta ton," katanya.
Selain untuk ASN dan TNI-Polri, Bulog juga mengusulkan penyaluran beras sebanyak 1,5 juta ton per tahun kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Penyaluran beras di pasar umum juga akan disalurkan kepada Badan Gizi Nasional untuk bahan baku MBG sebanyak 1,5 juta ton per tahun kami sarankan," ujar Rizal.
Usulan tersebut disampaikan di tengah melimpahnya stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton di gudang Bulog. Menurut Rizal, jumlah itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
"Adapun stok cadangan beras pemerintah sampai 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah," katanya.
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
3

















































