CNN Indonesia
Minggu, 15 Feb 2026 01:00 WIB
Selebritas Hollywood Mark Ruffalo. (REUTERS/Eduardo Munoz)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan publik figur menandatangani surat terbuka yang membela Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese yang menghadapi seruan mengundurkan diri buntut komentarnya tentang agresi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina.
Mengutip AFP, dukungan itu tertuang dalam surat yang digagas kelompok 'Artists for Palestina'. Beberapa tokoh publik terkemuka seperti pemeran Hulk, Mark Ruffalo, peraih penghargaan Nobel Sastra 2022 Annie Ernaux, musisi Inggris Annie Lennox, hingga aktor Hollywood asal Spanyol Javier Bardem.
Selain mereka, selebritas lain seperti Rosa Salazar, Asia Argento, Yorgos Lanthimos, Kaouther Ben Hania, hingga fotografer Nan Goldin juga menyatakan dukungannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyampaikan dukungan penuh kami kepada Francesca Albanese, seorang pembela hak asasi manusia dan karena itu juga pembela hak rakyat Palestina untuk hidup," demikian bunyi surat tersebut seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Albanese didesak mundur dari jabatannya buntut pernyataannya di akhir pekan lalu.
Ia menyebut adanya musuh bersama umat manusia usai mengkritik sebagian besar dunia dan media telah membiarkan genosida Israel di Gaza.
Desakan itu muncul dari Prancis dan Jerman. Sejumlah anggota parlemen Prancis mengirimkan surat ke Menlu Prancis Jean-Noel Barrot mengecam pernyataan Albanese itu sebagai antisemit.
Satu hari setelahnya, Barrot langsung meminta Albanese mengundurkan diri. Ia menyatakan pernyataan Albanese itu keterlaluan dan tercela.
Sementara itu, Menlu Jerman Johann Wadephul menyatakan posisi Albanese tak dapat dipertahankan lagi buntut pernyataannya tersebut.
Albanese memang dikenal kritis terhadap agresi militer Israel di Gaza. Sebelum desakan ini, pada Juli 2025 lalu ia juga disanksi AS menyusul laporan yang dirilis Albanese yang mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang diduga memfasilitasi pendudukan Israel di tanah Palestina.
Perusahaan-perusahaan tersebut mencakup raksasa teknologi seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Palantir, yang menyediakan perangkat keras militer, teknologi pengawasan, dan infrastruktur yang mendukung pendudukan ilegal.
PBB pun menyatakan bahwa keputusan AS menjatuhkan sanksi terhadap Albanese merupakan preseden berbahaya.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan Albanese, seperti semua pelapor khusus lainnya, adalah pakar hak asasi manusia independen yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan melapor kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
"Pelapor Khusus tidak melapor kepada Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres). Dia (Guterres) tidak memiliki wewenang atas mereka atau pekerjaan mereka," kata Dujarric.
Meskipun mengakui bahwa negara-negara anggota berhak penuh atas pandangan mereka dan tidak setuju dengan laporan Pelapor Khusus, Dujarric mendesak mereka untuk "terlibat dengan arsitektur hak asasi manusia PBB."
(afp/kid)

4 hours ago
2
















































