Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia Pada April

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Eksportir minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, memangkas pasokan minyak mentah ke Asia untuk bulan kedua berturut-turut pada April 2026.

Kepada Reuters, tiga sumber yang mengetahui hal tersebut menyebut keputusan pemangkasan ekspor diambil akibat perang Iran melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang berujung mengganggu perdagangan minyak melalui Selat Hormuz.

Sumber itu juga menyebut Saudi Aramco hanya memasok minyak mentah jenis Arab Light, yang diekspor dari pelabuhan Laut Merah di Yanbu kepada pelanggan kontrak pada April. Alhasil, pasokan ke kilang-kilang Asia tetap terjaga ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan tetap memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan rute ekspor alternatif melalui Yanbu.

"Kami tetap berkomitmen memenuhi harapan pelanggan, dengan jadwal pengapalan yang disesuaikan untuk mencerminkan realitas baru, serta memastikan pelanggan tetap mendapat informasi," kata Saudi Aramco dikutip Reuters, Senin (23/3).

Raksasa minyak Arab Saudi itu berupaya meningkatkan ekspor minyak melalui Yanbu untuk mengimbangi gangguan di Selat Hormuz, dengan volume pengapalan diperkirakan naik ke level rekor pada Maret.

Kilang terbesar China, Sinopec, dijadwalkan memuat sekitar 24 juta barel minyak mentah Saudi dari Yanbu pada bulan ini.

Pengapalan minyak di pelabuhan Yanbu sempat terganggu pada Kamis lalu, setelah sebuah drone jatuh di kilang SAMREF milik Saudi Aramco.

Arab Saudi mengekspor 4,35 juta barel per hari minyak mentah per Maret 2026, berdasarkan data perusahaan analitik Kpler. Angka ekspor tersebut turun dibandingkan ekspor per Februari, yakni 7,10 juta barel per hari.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |