Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang pada Selasa (24/3) yang mengizinkan perusahaan keamanan swasta menggunakan senjata api untuk melindungi fasilitas energi.
Regulasi baru ini memperluas jangkauan senjata yang boleh digunakan untuk perlindungan. Undang-undang tersebut, yang berlaku segera, menyusul intensifikasi serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia dan jalur ekspor utama.
Serangan ini diduga agar melemahkan perekonomian Moskow dan kemampuan militernya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan swasta akan dapat mengerahkan senjata lebih ampuh, seperti senapan serbu Kalashnikov, untuk melindungi lokasi-lokasi penting.
Rusia juga mengatakan pada Oktober lalu bahwa mereka akan berupaya menggunakan pasukan cadangan untuk melindungi infrastruktur sipil seperti kilang minyak. Beberapa kilang, termasuk di republik Bashkortostan di pegunungan Ural, telah memasang jaring antidrone.
Rusia baru saja melakukan serangan terbesarnya dalam beberapa pekan ke Ukraina. AFP menjelaskan serangan misil dan drone itu sudah menewaskan lima orang dan puluhan orang terluka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan pada malam hari itu melibatkan 390 drone dan 34 misil berbagai jenis.
Kekuatan serangan itu, kata Zelensy, menimbulkan kekhawatiran bahwa Ukraina bakal kewalahan menahan serangan baru ketika Amerika Serikat (AS) fokus pada perang dengan Iran di Timur Tengah.
(fea/fea/fea)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

















































