Purbaya Jagokan Swasta Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di 2027

1 hour ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mengandalkan peran sektor swasta sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan 6,5 persen pada 2027.

Purbaya optimistis target tersebut realistis dicapai seiring mulai bergeraknya investasi dan aktivitas dunia usaha dalam negeri.

"Sekarang aja, tahun ini aja kita dorong mendekati 6 persen, jadi peluangnya besar sekali. Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya sudah berjalan lebih baik dibanding sekarang," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai mesin pertumbuhan sektor swasta saat ini baru mulai bergerak dan belum sepenuhnya optimal menopang ekonomi nasional.

"Ini dengan mesin swasta yang baru mulai bergerak loh, belum penuh. Saya pikir tahun depan udah bergerak lebih cepat," ujarnya.

Purbaya juga meyakini target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai meski rupiah kini berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah, termasuk melalui intervensi di pasar obligasi.

[Gambas:Youtube]

"Kita kan udah masuk ke bond market, tapi juga ada langkah-langkah pemerintah yang membuat rupiah akan menguat dengan signifikan," katanya.

Ia memastikan asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 telah disusun menggunakan perhitungan yang matang.

"Jadi asumsi itu udah kita hitung dengan model ekonometri yang cukup baik lah," ucapnya.

Terkait perpajakan, Purbaya mengatakan pemerintah belum berencana menambah jenis pajak baru pada 2027. Namun, opsi tersebut tetap terbuka jika kondisi ekonomi masyarakat dinilai sudah membaik.

"Itu asumsi belum ada kenaikan pajak baru, tapi kalau nanti udah cukup sehat ekonomi masyarakat, ya kita akan pikirkan ini secara bertahap," katanya.

"Jadi kita enggak akan menerapkan pajak yang bisa mengganggu daya beli masyarakat dan mengganggu arah ekonomi," imbuhnya.

Dalam dokumen KEM-PPKF 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Target itu lebih tinggi dibanding target pertumbuhan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Pemerintah juga memproyeksi inflasi berada di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen, sementara nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada level 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Di sisi fiskal, pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sedangkan belanja negara diproyeksikan sebesar 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB. Defisit anggaran diarahkan tetap terjaga pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |