Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama dipuji karena nyali besar yang ditunjukkan saat finis ketiga di Moto3 Brasil.
Veda Ega menunjukkan keberaniannya di lintasan balap ketika mencetak sejarah buat Indonesia di ajang grand prix. Pembalap berusia 17 tahun itu bisa naik podium meski sempat terlempar ke peringkat sembilan di Sirkuit Ayrton Senna.
Setelah start ulang usai red flag dikibarkan, Veda Ega bisa naik ke peringkat keenam dengan lima lap tersisa. Perlahan tapi pasti, Veda Ega bisa menyusul Rico Salmela, Alvaro Carpe, dan Guido Pini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Veda Ega sukses mengunci posisi ketiga di lap terakhir dan mempertahankan posisi tersebut hingga melintasi garis finis.
Media luar negeri, Eurosport Italia turut menyoroti aksi menawan Veda Ega tersebut. Eurosport menyebut Veda Ega tidak takut dengan siapapun saat menggeber motornya di lintasan.
"Melengkapi podium adalah sang rookie Veda Pratama, kejutan sebenarnya pada awal musim ini," tulis Eurosport Italia.
"Ini adalah posisi tiga besar pertamanya dalam kariernya, dan sangat pantas. Semula dia terlihat seperti dongeng pembalap Asia lain, tetapi dia sungguh punya talenta: dia sangat cepat dan agresif, dan tidak takut dengan siapapun."
Keberhasilan naik podium di Moto3 Brasil menunjukkan progres pesat Veda Ega di dua seri awal. Sebelumnya saat tampil di Moto3 Thailand, Veda Ega bisa finis kelima.
(jal)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
3

















































