Proyek Gas Mako di Blok Duyung Milik Hashim Mulai FID, Target Produksi 2027

4 hours ago 1

Proyek Gas Mako di Blok Duyung Milik Hashim Mulai FID, Target Produksi 2027

Proyek Gas Mako di Blok Duyung Milik Hashim Mulai FID, Target Produksi 2027 (Foto: Dokumentasi)

JAKARTA - SKK Migas bersama Conrad Asia Energy memulai tahap implementasi Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, yang dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL). 

Lapangan Gas Mako kini menjadi bagian dari investasi strategis yang dikembangkan melalui kerja sama pemerintah, WNEL sebagai operator dan PT Nations Natuna Barat, entitas di bawah Arsari Group dan akan menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung. 

Dengan pengalaman mendalam pengusaha Hashim Djojohadikusumo di industri migas serta dukungan pendanaan dari Bank Negara Indonesia (BNI), PT Nations Natuna Barat memperkuat struktur pembiayaan dan tata kelola proyek untuk memastikan kelangsungan pengembangan Lapangan Gas Mako hingga fase produksi pertama.

Sebagai bagian dari upaya memastikan kepastian komersialisasi gas, WNEL telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai offtaker. Penandatanganan GSA tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan produksi gas Lapangan Mako untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.

FID Lapangan Gas Mako

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa dimulainya tahap implementasi FID Lapangan Gas Mako merupakan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan gas nasional. 

"Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Dia menegaskan SKK Migas akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi.

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Gas Mako. Tahap implementasi pasca-FID mencerminkan sinergi antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. 

Pengembangan Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre FID pada 2025 hingga mencapai First Gas pada Q4 2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start up. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |