Penjelasan Wamensos soal Anggaran Sepatu Rp700 Ribu: Hanya Batas Pagu

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono angkat bicara mengenai polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat sebesar Rp27 miliar yang belakangan disorot publik lantaran diduga menyentuh harga Rp700 ribu per pasang.

Agus memastikan bahwa nominal itu bukanlah harga beli, melainkan sekadar batas anggaran maksimal atau pagu.

Ia juga mengatakan bahwa sepatu senilai Rp700 ribu tersebut bukanlah sepatu harian biasa, melainkan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL) yang memiliki standar kekuatan khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi kemudian di dalam pagu ya, rencana anggaran Kemensos untuk pengadaan sepatu ada yang nilainya Rp700 (ribu). Sepatu apakah itu? Yaitu sepatu PDL. Yang tentunya spesifikasinya berbeda dengan sepatu harian. Karena di situ ada banyak komponen ya, ada banyak komponen yang tentunya berbeda dengan sepatu harian," ujar Agus dalam siaran CNN Indonesia TV, Kamis (7/5).

Agus menjelaskan nilai pagu tersebut masih akan disesuaikan dengan harga riil di pasar pada saat proses pelelangan berjalan, dengan prinsip mencari harga yang paling efisien tanpa mengorbankan kualitas.

"Itu pagunya, itu pagunya, bukan harga riil. Jadi nanti kan ada proses kita melakukan orientasi, orientasi pasar, harga saat ini berapa. Tentunya pada waktu lelang ya, PPK itu akan memilih gitu loh, perusahaan-perusahaan atau vendor-vendor yang harganya paling murah tetapi tidak keluar dari spesifikasi," ujar Agus.

"Jadi ini belum realisasi, ini baru pagu, baru rencana anggaran gitu loh," sambungnya.

Terkait sepatu yang sehari-hari dipakai oleh siswa, Agus membeberkan harganya jauh lebih terjangkau dan masuk akal.

"Dan jenis sepatu yang ditampilkan itu, itu kalau di Sekolah Rakyat namanya sepatu harian. Yang dipakai oleh sehari-hari siswa Sekolah Rakyat. Memang harganya sepatu harian itu pun ya, di dalam proses pengadaan di Kemensos itu harganya sekitar 200, Rp200 ribu, gitu loh," tutupnya.

Lebih jauh, Agus merinci sejumlah komponen spesifikasi yang membuat pagu sepatu PDL tersebut dikalkulasikan lebih tinggi. Sepatu tersebut dirancang khusus dengan memperhatikan tingkat kenyamanan, kekuatan material, kerapian, dan keseragaman.

"Karena memperhatikan kenyamanan, kekuatan bahan, kerapian model, keseragaman, termasuk kemudian dilakukan fitting," ujar Agus.

Meski tidak mewajibkan penggunaan bahan kulit sapi asli, daya tahan material menjadi syarat mutlak, ditambah adanya modifikasi khusus berupa logo Sekolah Rakyat.

"Oh tidak, tidak, kita tidak spesifik kemudian harus berbahan itu (kulit sapi asli). Intinya bahan ini harus kuat ya, harus standarisasinya seperti itu. Dan kemudian karena ini custom ya, kemudian kita juga di situ ada pencantuman logo Sekolah Rakyat," jelas Agus.

(kna/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |