Beranda METRO BISNIS Pengurus Perkumpulan Roehana Koeddoes Dikukuhkan, Perempuan Minang Hadapi Tantangan Berat Berikut Ini
METRO BISNIS
Ketua BKOW Sumbar, Dianita Maulin Vasko mengukuhkan Pengurus Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang Periode 2026-2031 di Padang, Selasa (12/5).
PADANG, METRO–Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang, organisasi perempuan yang lahir dari semangat perjuangan Pahlawan Nasional Roehana Koeddoes, kini menghadapi tantangan yang berbeda.
“Tahun 1911, ketika perempuan Minang masih banyak yang dipingit, seorang perempuan muda bernama Roehana Koeddoes mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia di Koto Gadang. Beliau ajarkan perempuan menulis, memenun dan berdagang,” ucap Yulia Fuazia yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum bersama Pengurus Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang, Selasa, (12/5) di Padang.
Yulia menambahkan, dalam sejarahnya, tahun 1912 Roehana Koeddoes menerbitkan Soenting Melajoe, surat kabar perempuan pertama di Indonesia. “Apa kata beliau (Roehana Koeddoes-red) waktu itu? Perempuan harus cadiak, tapi indak buliah lupo jo dapua. Pandai manulis tapi jan sampai tingga hati,” terang Yulia.
Roehana Koeddoes mengajarkan perempuan harus cerdas akalnya, terampil tangannya, lembut hatinya, tapi kokoh pendiriannya. Inilah DNA organisasi Roehana Koeddoes,” terang Yulia.
Yulia menegaskan, jika dahulu perempuan berjuang melawan buta huruf, sementara saat ini tantangan utama telah bergeser menjadi persoalan literasi digital dan sosial.
Saat ini ada tiga persoalan besar yang dihadapi perempuan Minang. Pertama, buta digital yang membuat banyak ibu rumah tangga menjadi korban pinjaman online akibat minimnya pemahaman teknologi dan keamanan digital. Selain itu, perempuan juga dinilai masih rentan secara ekonomi.
“Berdasarkan data BPS tahun 2025, sebanyak 62 persen pelaku UMKM di Padang dikelola perempuan, namun hanya sekitar 30 persen yang memiliki akses terhadap permodalan formal,” kata Yulia.
Persoalan lain yang dihadapi perempuan saat ini, menurut Yulia, yakni meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengungkapkan angka KDRT mengalami kenaikan hingga 11 persen dalam setahun terakhir. Bahkan, masih banyak korban yang takut melapor karena berbagai faktor sosial maupun ekonomi.
“Ke depan, Perkumpulan Roehana Koeddoes menargetkan program Mande Cakap Digital untuk meningkatkan literasi digital perempuan. Program tersebut akan mendorong ibu rumah tangga dan pelaku UMKM agar tidak hanya berjualan secara daring, tetapi juga mampu membuat konten edukatif serta memahami pentingnya perlindungan data pribadi,” jelasnya.
Perkumpulan Roehana Koeddoes juga akan menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan perempuan Minang. Mulai dari sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pelatihan kepribadian perempuan Minang, donor darah, Jumat berkah, santunan korban bencana, hingga program anak asuh.
Penasehat Utama Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang, Harneli Mahyeldi menilai peran pejuang perempuan Minangkabau dalam memberikan pendidikan kepada kaum perempuan telah memberikan teladan dalam mendidik perempuan menjadi ibu dan istri yang baik. Menurutnya, pendidikan perempuan sangat penting karena perempuan nantinya berperan besar dalam mendidik generasi penerus.
Harneli berharap berbagai persoalan sosial yang terjadi di Sumbar menjadi perhatian bersama. Ia mendorong Perkumpulan Roehana Koeddoes terus aktif menyosialisasikan pentingnya peran ibu dalam membangun keluarga dan mendidik anak-anak.
Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang Periode 2026-2031 ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan penyerahan Pataka dari Ketua BKOW Sumbar, Dianita Maulin Vasko kepada Ketua Umum Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang.
Dianita Maulin Vasko berharap, Perkumpulan Roehana Koeddoes dapat menghidupkan kembali semangat perempuan di era digital. Dengan menekankan pentingnya perempuan memahami perkembangan digitalisasi, termasuk literasi teknologi, finansial, dan hukum.
“Di bidang ekonomi, organisasi perempuan juga diharapkan mampu membantu pelaku UMKM perempuan untuk naik kelas, go digital, dan bersaing di pasar global. BKOW Provinsi Sumatera Barat siap menjadi mitra strategis Perkumpulan Roehana Koeddoes dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Sumatera Barat,” ujarnya.(fan)

1 day ago
4

















































