Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia gagal menyapu bersih dua laga FIFA Series 2026 dengan kemenangan, namun ada nilai positif terpancar dari polesan John Herdman.
Hal itu dikemukakan pengamat sepak bola, Supriyono Prima. Sosok yang pernah tergabung dalam skuad tim primavera Indonesia itu menilai Herdman tidak butuh banyak waktu untuk menunjukkan kinerja sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Hasil laga pertama jelas menang 4-0, kemudian berikutnya kalah 0-1. Tapi kita bisa lihat identitas permainan yang luar biasa. Dari dua kali penampilan, Indonesia punya identitas, gaya, organisasi, dan struktur yang bagus," ucap Supriyono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian pria yang kala masih aktif bermain menghuni posisi gelandang itu tak memungkiri masih banyak pembenahan yang harus dilakukan pelatih asal Inggris tersebut.
"Tentu harus evaluasi dari dua pertandingan itu. Dia pasti sudah punya gambaran tentang kerangka timnya seperti apa. Tinggal bagaimana agenda ke depan untuk membuat tim lebih solid," kata Supriyono sembari menyoroti keberadaan Thom Haye pada laga-laga yang akan datang.
"Tim ini butuh kolektivitas karena terlihat sekali ketika persiapan waktunya sempit, mau tidak mau tim harus bermain simpel," ujarnya melanjutkan.
Saat pembicaraan mengerucut ke soal individu-individu di dalam Timnas Indonesia, Supriyono pun tak ragu menyebut Ole Romeny sebagai sosok yang laik dapat lampu sorot.
"Yang menarik adalah kejelian John Herdman yang tanpa Thom Haye bisa memaksimalkan Ole sebagai free role untuk jemput bola dan mengawali serangan," terang Supriyono.
"Sayangnya di laga kedua, posisinya sedikit ke samping. Ini yang membuat kurang maksimal. Tapi Ole bisa memberi warna termasuk operan ke Beckham Putra," jelasnya.
Selain pemain Oxford United itu, Supriyono pun memberi acungan jempol kepada Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas yang mencuri perhatian.
(ikw/nva)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4
















































