Masih Konflik, AS Percepat Penjualan Senjata ke Sekutu di Timur Tengah

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan senjata senilai US$8,6 miliar (Rp148,8 triliun) kepada sekutu-sekutunya di Timur Tengah di tengah ketegangan antara AS-Israel melawan Iran.

Penjualan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebutkan "kondisi darurat" guna mempercepat suplai senjata tanpa peninjauan terlebih dahulu oleh Kongres AS.

Israel dan negara-negara Teluk telah menghadapi serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak dari Iran sejak awal perang pada akhir Februari, yang menguras persediaan senjata AS mereka dan membebani sistem pertahanan udara negara sekutu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjualan tersebut mencakup transfer sistem senjata presisi canggih (APKWS) dan peralatan terkait ke Israel senilai US$992 juta, serta pembelian sistem komando pertempuran oleh Kuwait senilai US$2,5 miliar.

Qatar telah disetujui untuk membeli APKWS dan memperbarui sistem pertahanan udara dan rudal Patriotnya dengan biaya hampir US$5 miliar, sementara Uni Emirat Arab telah disetujui untuk membeli APKWS seharga US$148 juta.

Pada Jumat (1/5), Departemen Luar Negeri AS mengumumkan telah memberikan rincian atas keadaan darurat yang memerlukan penjualan senjata tersebut "demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, dengan melewati proses peninjauan kongres yang diuraikan dalam Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata.

Untuk diketahui, sistem Patriot digunakan untuk mencegat proyektil yang datang dan termasuk di antara peralatan pertahanan tercanggih dalam persenjataan militer AS. APKWS sendiri digunakan untuk mengubah roket tanpa pemandu menjadi amunisi berpemandu presisi.

"Sistem komando pertempuran untuk Kuwait akan meningkatkan kemampuan deteksi pertahanan udara negara itu dengan radar," kata Departemen Luar Negeri AS.

Pada Maret, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan sentara senilai US$16,5 kepada UEA, Kuwait, dan Yordania.

(tim/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |