CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 09:10 WIB
Iustrasi. Khotbah salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal menekankan kemenangan Lebaran tak berhenti pada perayaan semata. (Florence Febriani Susanto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Khotbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/3), menekankan bahwa makna kemenangan Lebaran tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui nilai kebaikan dan kemaslahatan.
Khotbah Idul Fitri tersebut disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan dengan tema "Kemenangan Idul Fitri: Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam khotbahnya, Noorhaidi mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Ibadah puasa, kata dia, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kejujuran, disiplin, serta pengendalian diri yang mengantarkan umat pada derajat ketakwaan.
Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan hanya dirayakan saat Idul Fitri, melainkan tercermin dari kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan setelahnya.
"Kemenangan sejati adalah ketika nilai-nilai Ramadan tetap hidup setelah bulan suci berakhir," demikian disampaikan dalam khotbah.
Selain itu, Noorhaidi menekankan pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai dasar dalam kehidupan sosial. Nilai keadilan, kejujuran, dan amanah disebut sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat dan bangsa yang bermartabat.
Khotbah juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, budaya, dan latar belakang dinilai sebagai kekuatan yang harus dirawat, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Tak hanya itu, umat juga diingatkan untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Manusia disebut memiliki tanggung jawab sebagai penjaga bumi, sehingga menjaga kelestarian alam menjadi bagian dari nilai keimanan.
Di akhir khotbah, khatib mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, membangun perdamaian, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Khotbah tersebut juga menyinggung pentingnya peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk melalui upaya diplomasi kemanusiaan.
Salat Id di Masjid Istiqlal dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Ahmad Husni Ismail sebagai imam, dengan Badal Imam Ahmad Rofiuddin Mahfudz. Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir dalam rangkaian pelaksanaan ibadah tersebut.
Pelaksanaan Salat Id di Masjid Istiqlal tahun ini kembali menjadi pusat perhatian masyarakat, dengan dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
(anm/els)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4
















































