
Kenapa Saat Puasa Ramadhan Ingin Sesuatu yang Manis-Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya. (Ilustrasi: Freepik)
JAKARTA - Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, kebanyakan orang cenderung ingin makan atau minum sesuatu yang manis seperti kolak, dessert, dan lainnya. Saat puasa, orang cenderung “haus gula” dibandingkan hari-hari biasa.
Ternyata, keinginan kuat terhadap makanan manis saat puasa bukan sekadar soal selera. Ada beberapa alasan utama kenapa tubuh kita sangat menginginkan gula setelah seharian berpuasa. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari verywellhealth, Minggu (1/3/2026).
1. Tubuh Mencari Energi Cepat Setelah Berjam-Jam Tidak Makan
Saat berpuasa, kadar gula darah (glukosa) secara alami menurun karena tubuh tidak menerima asupan makanan selama berjam-jam. Glukosa adalah sumber energi utama bagi otak dan tubuh.
Ketika waktu berbuka tiba, tubuh secara biologis “mencari” sumber energi yang cepat diserap, dan gula adalah jawaban tercepat. Itu sebabnya minuman manis atau makanan tinggi gula terasa sangat menggoda saat berbuka puasa.
2. Fluktuasi Gula Darah Bisa Memicu Ngidam
Setelah berbuka dengan makanan atau minuman manis, gula darah bisa melonjak dengan cepat. Lonjakan ini sering diikuti penurunan yang juga cepat, terutama jika tidak diimbangi protein, lemak sehat, atau serat.
Naik turun gula darah ini bisa memicu rasa lapar lagi, bahkan ketika sebenarnya kalori sudah cukup. Akibatnya, keinginan makan manis muncul berulang kali sepanjang malam Ramadan.
















































