Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan terhadap fasilitas gas alam cair (LNG) Qatar, Ras Laffan, hingga mengakibatkan tiga kebakaran pada Kamis (19/3) lalu.
Serangan itu diluncurkan usai fasilitas gas alam terkait ladang gas Iran, South Pars, diserang pada Rabu (18/3).
IRGC sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur energi di negara-negara Teluk buntut serangan terhadap South Pars. Menurut IRGC, serangan terhadap fasilitas energi Iran merupakan "kesalahan besar".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ini terulang lagi, serangan terhadap infrastruktur energi Anda dan sekutu tidak akan berhenti hingga hancur sepenuhnya," demikian pernyataan IRGC.
Dilansir dari Al Jazeera, South Pars merupakan salah satu dari ladang gas alam terbesar di dunia seluas 9.700 kilometer persegi. Ladang yang terletak di dekat kota pesisir Asaluyeh ini dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.
Sekitar sepertiga ladang merupakan milik Iran, yang disebut sebagai South Pars/North Dome. Sedangkan milik Qatar disebut sebagai North Field.
Serangan terhadap South Pars akan sangat berdampak pada kebutuhan energi domestik Teheran. Sebab 80 persen kebutuhan gas alam negara itu dipasok dari ladang ini.
Menurut Pusat Kebijakan Energi Global di Universitas Columbia, Iran adalah konsumen LNG terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China. Iran sangat bergantung pada gas alam untuk memanaskan rumah dan pembangkit listrik.
Selain untuk keperluan domestik, gas dari South Pars juga diekspor ke Irak. Menurut Kementerian Kelistrikan Irak, Iran memasok sekitar sepertiga kebutuhan gas dan listrik Irak.
Pada Rabu, juru bicara Kementerian Kelistrikan Irak Ahmad Moussa mengatakan pasokan gas Iran ke negaranya telah dihentikan imbas perkembangan konflik belakangan.
Serangan terhadap South Pars merupakan eskalasi terbaru perang AS-Israel vs Iran yang pecah sejak 28 Februari. Iran sudah mewanti-wanti serangan apa pun yang diluncurkan terhadap mereka akan dibalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Serangan Iran terhadap fasilitas energi Qatar sendiri dilakukan lantaran Teheran meyakini AS meluncurkan serangan dari pangkalan mereka di Qatar.
Eskalasi konflik ini pun semakin memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar pada Rabu mengecam dan menentang keras serangan terhadap Ras Laffan. Pada saat yang sama, Kemlu Qatar menyampaikan serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Qatar memutuskan mengusir sejumlah personel militer dan diplomatik Iran dari negara itu buntut peristiwa ini. Qatar menyatakan para personel berstatus persona non grata dan harus angkat kaki dalam waktu 24 jam.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4
















































