Kemlu Respons Video soal Relawan GSF Disiksa Israel saat Ditahan

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia buka suara usai video berisi relawan Global Sumud Flotilla (GSF) diminta bersujud dalam kondisi tangan terikat ke belakang.

Di media sosial viral video sejumlah relawan GSF diperlakukan dengan keji oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Mereka diseret dalam kondisi tangan terikat hingga diminta bersujud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan tak bisa mengonfirmasi apakah ada WNI dalam video tersebut atau tidak.

"Kalau terkait video-video itu, kami masih belum memastikan video itu benar atau tidak, namun demikian kita akan terus mencari tahu kebenaran dari video-video tersebut," kata Heni saat konferensi pers di Gedung Kemlu, Kamis (21/5).

Sementara itu, juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah tengah melakukan investigasi terkait video tersebut. Kementerian juga terus berkoordinasi secara erat dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan WNI.

Banner Microsite Haji 2026

"Kiya juga terus melakukan pendekatan ke berbagai pihaj, semua otoritas yang terkait untuk memastikan akses-akses kekonsuleran mereka dan dukungan medis jika diperlukan," ungkap Yvonne.

Di kesempatan tersebut, Yvonne juga menegaskan Indonesia mengutuk tindakan tak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel dan tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.

"Dan kita tekankan kembali bahwa tindakan militer Israel terhadap armada GSF ini dan relawan yang tergabung di dalamnya adalah pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional," imbuh dia.

Pernyataan ini muncul setelah Menteri Keamanan Israel Itama Ben-Gvir mengunggah video dia mengejek aktivis pro-Palestina di Pelabuhan Ashdod.

Dalam video itu, tangan relawan GSF diikat ke belakang dengan tali dan dipaksa sujud.

Tindakan Ben Gvir menuai kecaman termasuk dari internal Israel termasuk Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dianggap tak mewakili rakyat Israel.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengatakan Ben Gvir sengaja merugikan negara dalam pertunjukan yang "memalukan."

"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lain," kata Sa'ar di X.

Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional dalam beberapa hari terakhir. Mereka menahan ratusan relawan termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut berlayar untuk menerobos blokade Israel.

[Gambas:Twitter]

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |