Iran Siaga Pantau Gelagat AS, Siapkan Semua Skenario jika Diserang

8 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan negara ini siap melawan agresi Amerika Serikat di tengah ancaman Presiden Donald Trump dan negosiasi nuklir kedua negara.

Baghaei menegaskan setiap serangan AS, termasuk serangan terbatas, akan dianggap sebagai "tindakan agresi."

"Suatu tindakan agresi akan dianggap sebagai tindakan agresi. Titik," kata dia saat konferensi pers pada Senin (23/2), dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baghaei lalu berujar, "Dan negara mana pun akan bereaksi terhadap tindakan agresi sebagai bagian dari hak inherennya untuk membela diri dengan keras, jadi itulah yang akan kami lakukan."

Presiden Iran Masoud Pezehskian juga menggemakan narasi serupa. Negara ini terus memantau gelagat Amerika Serikat untuk bersiap menghadapi serangan mereka.

"Kami terus memantau dengan cermat tindakan AS dan telah melakukan semua persiapan yang diperlukan untuk skenario potensial apa pun," kata Pezehskian di X pada Minggu.

Dia lalu menegaskan Iran berkomitmen terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan. Presiden Iran itu juga mengatakan negosiasi terakhir di Jenewa memberi sinyal baik untuk pemerintahan ini.

"Negosiasi baru-baru ini melibatkan pertukaran proposal praktis dan menghasilkan sinyal yang menggembirakan," ungkap Pezehskian.

Pernyataan para petinggi Iran muncul usai Trump mengatakan akan melakukan serangan terbatas ke negara Timur Tengah itu agar kesepakatan nuklir bisa tercapai.

Terbaru, para penasihat Trump melaporkan AS akan melakukan serangan dalam beberapa hari mendatang dengan tujuan menggertak Iran agar bersedia melepas kemampuan mereka membuat senjata nuklir.

Jika serangan Trump gagal meyakinkan Teheran, para sumber mengatakan dia akan membuka kemungkinan serangan militer akhir tahun ini. Gempuran tersebut juga bertujuan melengserkan Khamenei.

Trump berulang kali mengancam bakal menyerang Iran. AS bahkan sudah mengerahkan dua kapal induk di perairan Timur Tengah.

Beberapa sumber mengatakan Trump ingin pengayaan nuklir Iran ada di titik nol. Dia juga berambisi membatasi produksi rudal balistik negara Timur Tengah itu.

(isa/dna)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |