Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam balik ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menghancurkan infrastruktur listriknya jika Selat Hormuz tak dibuka dalam 48 jam. Iran mengatakan bakal mulai menyerang infrastruktur AS di Timur Tengah jika itu dilakukan.
"Menindaklanjuti peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran dirusak oleh musuh, semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS dan rezim di kawasan akan menjadi sasaran," kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dikutip AFP dalam sebuah pernyataan yang dimuat di Fars, Minggu (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump di Truth Social mengeluarkan ultimatum untuk membuka Selat Hormuz.
"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dulu," ujar Trump.
Selat Hormuz adalah jalur distribusi minyak dunia yang mewakili sekitar 20 persen pasokan global. Penutupannya telah membuat negara-negara di Teluk sulit mengekspor dan menutup sebagian produksi ladang minyak karena penampungan sudah tidak memadai.
Penutupan Selat Hormuz juga menjadi penyebab harga minyak melonjak tinggi, imbasnya banyak negara kesulitan energi hingga memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (20/3) dan ditutup pada level US$112 per barel yang merupakan posisi tertinggi sejak 2022.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2

















































